telusur.co.id - Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Abdul-Malik al-Houthi menilai, beberapa penguasa Arab tampaknya bersukacita atas agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dan pembunuhan para pejabatnya.
“Mereka yang menganjurkan perpecahan di antara umat Islam sedang bersukacita atas kejahatan Amerika-Israel terhadap rakyat dan pejabat Muslim Iran,” katanya, yang tampaknya merujuk pada normalisasi hubungan para penguasa Arab dengan rezim Tel Aviv, dikutip dari Presstv, Kamis (5/3/2026).
Dia menyampaikan, Iran sedang membela diri terhadap serangan brutal tersebut. Di mana para penyerang melakukan kejahatan yang paling keji dan brutal.
Namun, para penguasa negara-negara Arab di Teluk Persia menginginkan negara-negara yang diserang oleh AS untuk tidak membela diri.
Houthi juga mencatat bahwa beberapa rezim Arab menyediakan segala bentuk dukungan media, politik, militer, dan keamanan bagi musuh-musuh negara Muslim.
Ia menambahkan, sebagian besar media Arab melakukan perang psikologis terhadap umat Islam untuk membenarkan kekejaman AS-Israel.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan agresi terhadap Iran pada Sabtu pagi dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Sejauh ini, setidaknya 1.045 warga Iran telah tewas dalam serangan udara teroris tersebut.
Iran mulai dengan cepat membalas dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah yang diduduki Israel serta aset-aset AS di negara-negara regional.
Houthi menekankan bahwa para penguasa Arab merasa geram dengan serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut, dan menganggap pembelaan diri rakyat Iran sebagai serangan terhadap diri mereka sendiri.
Dia mengatakan, negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS mendanai fasilitas tersebut dan mempertahankannya dengan segenap kekuatan mereka, sementara mereka juga melawan operasi pembalasan Iran.
Dalam pernyataannya, Houthi mengecam kerja sama para penguasa Arab dengan rezim Zionis sebagai tindakan bodoh, dan mengatakan bahwa musuh AS-Zionis berupaya untuk melenyapkan umat Muslim yang memperjuangkan kebebasan dalam upaya untuk menyelesaikan rencana mereka yang bertujuan untuk menindas orang lain. [Nug]



