telusur.co.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok, Kecamatan Beji, Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 20 peserta yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari kalangan Generasi Z mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dibekali pemahaman mengenai pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
Pelaksana Harian (Plh) Ketua Bawaslu Kota Depok, Andriansyah, mengatakan bahwa Depok menjadi daerah pertama yang melaksanakan program Pendidikan Pengawas Partisipatif bagi generasi muda pada tahun ini.
"Kader pengawas partisipatif nantinya diharapkan dapat menjadi penghubung antara Bawaslu dengan masyarakat. Mereka bisa menjadi pionir sekaligus garda terdepan dalam menyampaikan berbagai informasi terkait pengawasan pemilu," tutur dia usai kegiatan.
Mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", para peserta didorong tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga aktif mengawasi jalannya proses demokrasi di lingkungan masing-masing.
Andriansyah menyebutkan, generasi muda memiliki tingkat kepedulian dan daya kritis yang tinggi terhadap berbagai isu publik, termasuk potensi pelanggaran pemilu yang kerap muncul di ruang digital.
"Anak muda sangat dekat dengan media sosial. Dengan kemampuan literasi yang baik, mereka dapat membantu mencegah penyebaran hoaks maupun informasi yang menyesatkan terkait pemilu," ungkap dia.
Dia pun menegaskan, bahwa program Pendidikan Pengawas Partisipatif akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.
Laporan: Malik Sihite



