telusur.co.id - Calon presiden Demokrat Joe Biden pada hari Minggu menemui para demonstran yang melakukan aksi protes atas tewasnya Goerge Floyd oleh polisi. Biden menyerukan agar pengunjuk rasa terhadap kebrutalan polisi agar tidak beralih ke kekerasan.

Mengenakan masker wajah, Biden mengunjungi sebuah daerah di Wilmington di mana para demonstran melampiaskan kemarahan pada kematian seorang pria kulit hitam yang ditampilkan di video terengah-engah ketika seorang polisi Minneapolis putih berkulit putih berlutut di lehernya.

Sebuah posting kampanye di Instagram menunjukkan Biden berbicara dengan penduduk Afrika-Amerika dan memeriksa bangunan yang ditutup untuk mencegah kerusakan berjam-jam setelah dia mengeluarkan pernyataan bahwa "kita adalah bangsa yang kesakitan, tetapi kita tidak boleh membiarkan rasa sakit ini menghancurkan kita."

"Memprotes kebrutalan seperti itu adalah benar dan perlu," kata Biden dalam pernyataannya yang dikirim lewat email tak lama setelah tengah malam. "Tapi tindakan membakar dan kehancuran tidak dibenarkan."

Biden akan menghadapi Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden 3 November. Manajer kampanye pemilihan ulang Trump, Brad Parscale, telah mengatakan pada hari Sabtu bahwa Biden harus menyampaikan kecaman yang lebih keras terhadap kekerasan. [ham]