telusur.co.id - Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, dengan organisasi Grenpace bersama pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian RI. Audiensi tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026), dengan fokus utama pada penguatan sektor perkebunan dan hilirisasi komoditas unggulan.
Dalam pertemuan itu, Arif Rahman menegaskan bahwa penguatan swasembada pangan harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut sektor perkebunan memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi daerah sekaligus nasional, terutama melalui komoditas seperti kelapa, lada, kakao, dan kopi.
“Hari ini menerima audiensi bersama Grenpace serta pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian RI untuk membahas penguatan swasembada dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Arif.
Diskusi juga menyoroti konsep pengembangan yang diajukan Grenpace, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pembibitan modern, serta hilirisasi berbasis potensi lokal. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan sekaligus memperkuat daya saing petani di tingkat nasional.
Salah satu perhatian utama adalah potensi kelapa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, yang dinilai masih sangat besar namun belum tergarap optimal. Dengan kombinasi kearifan lokal dan teknologi modern, sektor ini diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di wilayah Banten.
“Melalui pendekatan teknologi pembibitan modern, pendidikan SDM, serta hilirisasi berbasis potensi lokal, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.
Arif juga menegaskan bahwa keberhasilan program hilirisasi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, petani muda, pelaku usaha, dan masyarakat agar pembangunan pertanian dapat berlangsung inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, petani muda, dan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembangunan pertanian yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi Banten serta Indonesia,” pungkasnya.



