DPR Dorong Investasi Migas Jadi Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja Nasional - Telusur

DPR Dorong Investasi Migas Jadi Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja Nasional

Migas. Sumber foto: IA

telusur.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi XII menyoroti pentingnya optimalisasi investasi sektor migas agar tidak hanya berdampak pada penerimaan negara, tetapi juga mampu memperkuat industri dalam negeri dan membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Ditjen Migas Kementerian ESDM dan SKK Migas, anggota Komisi XII, Jalal Abdul Nasir, menegaskan bahwa besarnya investasi migas harus memberikan manfaat langsung bagi perekonomian nasional.

“Investasi migas yang sangat besar harus memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat industri dalam negeri,” ujar Jalal dikutip Fraksi PKS, Senin (25/5/2026).

Ia mengapresiasi peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor jasa migas, namun menilai sektor barang dan manufaktur masih perlu diperkuat agar manfaat ekonomi lebih merata.

Jalal juga menekankan perlunya sinergi antara sektor migas dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sektor pendidikan, serta lembaga riset untuk mempersiapkan kebutuhan industri masa depan.

Menurutnya, keterhubungan antar-sektor ini penting agar investasi tidak hanya berorientasi pada eksplorasi, tetapi juga pada pengembangan industri pendukung di dalam negeri.

Sebagai contoh, ia menyoroti hasil kunjungan kerja ke PT DSAW di Batam yang memproduksi pipa migas dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Ia menilai kawasan industri seperti Patimban juga memiliki potensi besar dalam memperluas lapangan kerja dan memperkuat rantai pasok nasional.

“Perusahaan seperti ini perlu terus diperkuat agar produk dalam negeri semakin banyak digunakan untuk kebutuhan nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Jalal menegaskan bahwa penguatan sektor manufaktur merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan jutaan UMKM di Indonesia.

“Backbone 65 juta UMKM Indonesia adalah manufaktur. Ketika industrinya kuat, ekonomi rakyat juga akan bergerak lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui dorongan ini, Komisi XII berharap investasi migas tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga motor penggerak industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi nasional secara menyeluruh.


Tinggalkan Komentar