Dua Bulan Lalu Amblas Duapuluh Meter,  Jalinsum Parapat Belum Diperbaiki

Beginilah kondisi Jalinsum Siantar-Parapat yang sudah dua bulan dibiarkan amblas, lokasinya hanya sekitar 100-200 Meter dari obyek wisata Taman Gajah Nagori Sibaganding menuju kota wisata Danau Toba Parapat. [F/JESSIHOTANG]

telusur.co.id -  Perbaikan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Siantar-Parapat yang amblas (longsor berlubang) sejak awal Oktober lalu sepanjang 20 meter dangan kedalaman 30 meter,  ternyata sampai saat ini,  Senin (2/12/2019) belum ada tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait. Akibatnya,  setengah bahu jalan ini tidak dapat berfungai (dilintasi), dan kondisinya kini menyeramkan karena sisa jalan tersebut diduga sudah berlubang berbentuk liang (gua) . 

Seharusnya Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Utara yang bertanggung jawab atas Jalinsum yang amblas sekitar 100 Meter dari lokasi obyek Wisata Taman Gaja,  Nagori Sibaganding,  Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut.  

ini koq malah dibiarkan,  padahal Jalinsum ini sangat vital mengingat jalan lintasan Siantar-Parapat itu tembus sampai ke Tobasa, Taput dan Sibolga atau lintas kanan jikalau kita naik Bus ke Jakarta. 

Jadi Dinas PU Binamarga Sumut jangan lamban lah,  dan apakah Bapak Kadis disana menunggu jalan ini patah atau apa harus menang ngambil korban nyawa dulu,  sebab kami perhatikan  tidak ada tanda-tanda perbaikan sampai saat ini,  bahkan lokasi jalan yabg amblas sepanjang 20 meter dengan kedalaman 30 meter itu tidak dijaga aparat terkait, saya lihat hanya warga sekitar yang mngarahkan buka tutup jalan kesejumlah kenderaan, lalu mengacungkan karton/box mengharapkan uang belas kasihan daripada supir lintas,   Ujar Jonter Sinaga (50) di Jalan Simpang kantor BLK Kehutanan area Aek Nauli. 

Sementara jalan lintas via Simpang Palang tembus Sipangan Bolon,  walau sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah dan katanya dikerjakan pihak Bumi Karsa (Kalla Grup), pengerjaannya terkesan lamban dan jumlah pekerjanyapun tidak seberapa,  belum lagi curah hujan yang labil diduga jadi modus alasan lambatnya pengerjaan proyek besar tesebut.

Kuantitas dan kualitasnyapun kini tak sebagus yang diharapkan,  banyak juga kenderaan yang mencoba lintas dari sana, apalgi truk-truk bertonase berat, tidak mampu melintasi Jalan lingkar dalam yang digadang-gadang bagian dari jalan Tol lintas Danau Toba itu,  "Lalu siapa yah Konsultannya, mengapa demikian? ", tanya  Putra Sinaga di Pondok Bulu, Dolok Panribuan.

Maka hampir dapat dipastikan,  jikalau Jalinsum yang amblas itu tidak segera mendapat perhatian dan perbaikan dari Gubernur Sumut Edy Ramayadi, Parapat sebagai tujuan wisata Danau Toba akan sepi dan macet jelang liburan Natal dan Tahun baru.  

Padahal minggu lalu,  Wagubsu Musa Rajekshah, Tahun baru saja ikut bermain Rally dilahan konsesi Kawasan Huta Register yang difasilitasi PT TPL sebagai Sponsor Utama bersama perusahaan lain kala itu dan tentu Wagubsu yang datang ke kota Parapat wajib lintas pula dari areal Jalinsum yang sudah dua bulan amblas dan tidak mungkin beliau tidak melihat kondisi jalan di daerah tugasnya ini, sebenarnya kalau mau jujur beliau baik Gubsu maupun Wagubsu tinggal mengarahkan Kadis Binamarga Provsunya koq,  ketus Warga lainnya,  M Sirait di salah satu warung simpang Sihaporas. (Sbk)

Laporan: JESRON.
 

Tinggalkan Komentar