Kementerian Intelijen Iran mengumumkan keberhasilan operasi pencegahan yang mengungkap dan menangkap puluhan individu yang diduga terkait jaringan musuh asing dan kelompok teroris.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kepada publik, kementerian menyebut bahwa sebanyak 39 orang telah diidentifikasi dan ditahan dalam operasi proaktif yang dilakukan oleh unit intelijen di Provinsi Teheran. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menghadapi jaringan yang berafiliasi dengan apa yang disebut sebagai “musuh Amerika-Zionis”.
Menurut keterangan tersebut, 27 dari total tersangka merupakan anggota dari dua kelompok yang dikategorikan sebagai organisasi teroris. Selain itu, satu individu dilaporkan berupaya membangun sel operasional di Provinsi Sistan dan Baluchestan dengan memanfaatkan senjata yang telah disita, dengan tujuan menciptakan ketidakstabilan keamanan sebelum akhirnya berhasil ditangkap.
Pihak berwenang juga mengungkap sejumlah barang bukti yang disita dalam operasi tersebut. Di antaranya 49 alat peledak rakitan, dua senapan Kalashnikov, 16 pistol, 50 magazen, serta lebih dari 1.500 butir amunisi. Selain itu, ditemukan pula taser, gas air mata, bom molotov, serta bahan peledak dalam jumlah besar yang diduga akan digunakan untuk merakit bom. Tujuh perangkat komunikasi berbasis satelit Starlink juga turut diamankan.
Dalam pernyataan yang sama, kementerian menyebut dua tersangka lainnya sebagai “tentara bayaran Zionis” yang aktif di dunia maya. Mereka diduga bertugas menyebarkan propaganda dan menciptakan ketidakstabilan psikologis di dalam negeri.
Lebih lanjut, beberapa tersangka lainnya dituduh memberikan informasi sensitif, termasuk lokasi dan penempatan pasukan keamanan, kepada jaringan yang disebut terkait dengan pihak asing.
Kementerian juga menyinggung Iran International, sebuah saluran berita berbahasa Persia yang berbasis di London. Otoritas Iran menuduh media tersebut menyebarkan informasi yang dianggap merugikan negara serta telah menetapkannya sebagai organisasi teroris.
Di akhir pernyataan, kementerian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kerja sama dalam melaporkan aktivitas mencurigakan, serta mengimbau warga untuk terus berkoordinasi melalui jalur resmi guna menjaga keamanan nasional.
Sumber: TNA



