telusur.co.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo berkunjung ke kediaman Tuan Guru Zikmal Fuad atau yang akrab disapa Tuan Guru Babussalam atau Tuan Guru Besilam di Langkat, Sumatera Utara.

Saat Ganjar tiba di Ponpes Babussalam Langkat, Tuan Guru Babussalam dengan ramah menyambut kedatangannya dengan senyum lebar dan langsung bersalaman. Mereka berdua terlihat sangat akrab dan saling bertanya kabar.

"Selamat datang Pak Ganjar. Terimakasih banyak sudah mau datang ke tempat kami. Meski baru saja mendarat jam 14.00 WIB tadi, beliau langsung ke sini. Pasti capek. Silahkan Pak, ini makanan khas kami namanya Kolak Jantan dan Soto Besilam," kata Tuan Guru Babussalam.

Setelah itu, Tuan Guru Babussalam mengajak Ganjar untuk salat berjamaah di Ponpes tersebut.

Usai salat, mereka diajak duduk lesehan dan menikmati makan siang berupa Kolak Jantan dan Soto Besilam, makanan khas daerah Langkat.

Obrolan antara Tuan Guru Babussalam dan Ganjar pun terjadi, di mana Tuan Guru Babussalam menceritakan tentang kakek buyutnya, Syech Abdul Wahab Rokan al Kholidi an Naqsabandi yang menyiarkan agama Islam di Sumatera.

Tuan Guru Babussalam menjelaskan bahwa kakek buyutnya berdakwah di berbagai tempat dan akhirnya menetap di Langkat pada tahun 1883. Di sana, beliau membangun pondok pesantren yang diteruskan oleh keturunannya hingga saat ini.

Meskipun lokasi tempat tinggal Tuan Guru Babussalam terletak di desa terpencil, Ganjar merasa sangat dihargai dan terhormat dengan penerimaan Tuan Guru Babussalam yang sangat ramah terhadap kedatangannya.

Bahkan, Ganjar merasa tersanjung karena diundang untuk mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam.

"Beliau luar biasa, masih muda dan penerus Syech Abdul Rokan. Ternyata dulunya dari Riau, dan tahun 1800 san masuk ke sini menyebarkan agama Islam," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, Tuan Guru Babussalam adalah sosok yang luar biasa. Meskipun masih muda, beliau memiliki wawasan yang luas dan merupakan intelektual yang belajar di berbagai universitas di Indonesia dan Malaysia.

Selain itu, Tuan Guru Babussalam juga menjadi pengajar di berbagai tempat.

"Dan sekarang beliau ngajar juga di mana-mana. Tentu silaturahmi ini sangat berarti, saya belajar banyak dari beliau yang masih sangat muda namun dihormati," pungkasnya.[]