telusur.co.id - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang diperkirakan akan didominasi pemilih pemula atau milenial sebagai pemilik suara. Tentu, keberadaan mereka (pemilih milenial) saat ini tengah jadi perhatian serius seluruh partai politik yang akan ikut kontestasi nanti. Berbagai macam atau model pendekatan pun mulai dilakukan parpol guna meraih simpati para pemilih pemula ini.
Terkait itu, juru bicara (jubir) Bappilu Partai Gerindra, Dinnar AR mengatakan, partainya sedari awal sudah memikirkan potensi pemilih kalangan milenial dalam pemilu mendatang. Termasuk memikirkan formulasi yang relevan menghadapi dan menggaet pemilih milenial yang selama ini skeptis terhadap hal yang berbau politik termasuk pemilu.
"Kami sadar betul bahwa pemilih pemula atau milenial akan menjadi mayoritas pemilih di 2024 nanti. Kami rasa generasi milenial atau anak muda masih banyak juga yang masih antipati terhadap politik," kata Dinnar kepada wartawan, Senin (5/12/22).
Meski demikian, Dinnar tetap optimistis partainya bisa meraih simpati pemilih milenial dengan mengedepankan atau menawarkan pendekatan politik berbasis kreativitas, inovasi dan gagasan.
"Yang pasti kami Partai Gerindra pada prinsipnya akan melakukan kampanye yang damai dan sejuk, mengedepankan rasionalitas serta tidak menjual janji-janji manis atau pencitraan publik karena memang pada dasarnya pak Prabowo tidak suka pencitraan," ujarnya.
Dinnar semakin bersemangat tatkala sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa sebagian besar kaum milenial bakal memberikan dukungan politiknya kepada Prabowo Subianto sebagai capres.
"Di beberapa survey bisa dilihat juga kepemilihan anak muda terhadap pak Prabowo cukup tinggi. Tp untuk saat ini Pak Prabowo belum melakukan kampanye, beliau masih fokus terhadap kewajibannya sebagai Menhan," kata Dinnar.[Fhr]



