Harga BBM Mau Naik, Demokrat: Harusnya Gaji Presiden dan Menterinya Dipotong - Telusur

Harga BBM Mau Naik, Demokrat: Harusnya Gaji Presiden dan Menterinya Dipotong

Politisi Partai Demokrat, Yan A. Harahap

telusur.co.id - Politisi Partai Demokrat, Yan A. Harahap mengkritik rencana pemerintah yang akan menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di tengah situasi ekonomi yang terus memburuk. Jika harga BBM dinaikan, maka, akan berdampak terhadap kehidupan rakyat kecil. 

"BBM naik lagi? Lagi-lagi rakyat yang harus menanggung derita," kritik Yan A Harapan dalam keterangan melalui akun @YanHarahap, Sabtu.

Pemerintah, kata dia, harusnya mempunyai cara-cara lain agar harga BBM ini tidak naik. Caranya, dengan mengalokasikan anggaran proyek yang tidak menjadi prioritas untuk dialihkan ke subsidi. 

"Seharusnya anggaran belanja lain dan proyek-proyek ambisius yang dipotong anggarannya dialihkan untuk subsidi rakyat," sarannya.

Jika memungkinkan pemerintah melalui kebijakan presiden untuk memotong gaji para pejabat untuk kepentingan rakyat. Saat ini, rakyat kerap kali menjadi korban dari kebijakan pemerintah yang tidak baik bagi rakyat. 

"Gaji dan tunjangan Pak Jokowi dan menteri-menterinya lah yang dipotong. Jangan rakyat melulu yang ‘disiksa’," katanya, menyindir.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, minggu depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bicara ke publik soal keputusan kenaikan harga BBM. 

Saat ini pemerintah sedang berhitung untuk menaikkan harga BBM subsidi. Selama ini subsidi yang dikeluarkan lewat APBN untuk menahan harga BBM sudah terlalu membebani kocek negara.

"Menaikkan harga Pertalite yang kita subsidi cukup banyak dan juga itu solar, modeling ekonominya (hitung-hitungan) sudah dibuat. Nanti mungkin minggu depan Pak Presiden akan umumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini," papar Luhut dalam Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin yang disiarkan virtual, Jumat (19/8/2022). [ham]


Tinggalkan Komentar