telusur.co.id - Kontingen Indonesia semakin mendekati target minimal 82 medali emas dalam ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand. Hingga Sabtu pukul 07.00 WIB, Indonesia telah mengumpulkan 69 medali emas, 75 perak, dan 69 perunggu, hanya terpaut 13 emas dari target yang ditetapkan.
Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, optimistis target minimal sebagai runner-up dapat tercapai, mengingat masih banyak nomor potensial emas yang belum dipertandingkan. "Kalau melihat selisih medali yang lumayan jauh, saya yakin target minimal runner-up bisa terpenuhi, apalagi cabang olahraga unggulan Indonesia masih banyak yang belum dimainkan, seperti para bulu tangkis dan catur," ujarnya.
Dengan sisa pertandingan hingga Minggu (25/1), peluang menambah pundi-pundi medali emas masih terbuka lebar. Lonjakan perolehan emas kontingen Merah Putih tidak lepas dari kontribusi sejumlah cabang olahraga. Pada hari ketiga perebutan medali, Jumat (23/1), Indonesia berhasil menambah 28 emas.
Cabang para atletik bahkan melampaui target dengan torehan sementara 27 emas dari target awal 25 emas. Sementara itu, cabang para renang tampil impresif dengan mengoleksi 15 emas, hampir dua kali lipat dari target semula delapan emas.
Selain itu, cabang boccia dan para judo juga sukses memenuhi target masing-masing, dengan sumbangan dua emas dari boccia dan empat emas dari para judo.
Dengan total 69 emas, Indonesia kokoh di peringkat kedua klasemen sementara, di bawah tuan rumah Thailand. Indonesia unggul cukup jauh atas Malaysia, Filipina, dan Vietnam, sekaligus menjaga peluang mengakhiri pesta olahraga difabel Asia Tenggara itu sesuai target yang ditetapkan. ant




