Iran Sebut AS Terdesak: Donald Trump Disebut Cari Jalan Keluar dari Perang - Telusur

Iran Sebut AS Terdesak: Donald Trump Disebut Cari Jalan Keluar dari Perang

Mayor Jenderal Ali Abdollahi

telusur.co.id - Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, melontarkan pernyataan tajam terkait situasi perang yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam keterangannya pada Selasa, Abdollahi menyebut bahwa Donald Trump, yang dinilai telah menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik besar dengan Iran, kini berada dalam posisi sulit. Ia mengklaim bahwa Washington tengah mencari dukungan dari sejumlah negara untuk keluar dari tekanan akibat kekalahan militer.

Menurutnya, perang yang terjadi saat ini dipicu oleh apa yang ia sebut sebagai agresi dari pihak Amerika dan sekutunya, dengan tujuan menghancurkan Iran secara cepat.

Abdollahi juga menyinggung momen krusial di awal konflik, ketika Pemimpin Revolusi Islam, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior, gugur dalam serangan pada 28 Februari. Ia menyatakan bahwa musuh saat itu memperkirakan Iran akan runtuh dalam waktu 48 jam tanpa kepemimpinan yang kuat.

Namun, menurutnya, perhitungan tersebut meleset. Ia menegaskan bahwa dukungan rakyat Iran serta kesiapan Angkatan Bersenjata selama 25 hari terakhir justru membalikkan keadaan.

“Musuh, khususnya Amerika Serikat, telah dipaksa untuk menerima kekalahan, sementara Iran terus melangkah menuju kemenangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdollahi mengklaim bahwa setelah mengalami “kekalahan memalukan”, Amerika kini berupaya mencari jalan keluar dari konflik yang mereka mulai sendiri. Ia bahkan menyebut bahwa Presiden Trump telah meminta bantuan dari sejumlah pemimpin dunia untuk keluar dari situasi tersebut.

Di sisi lain, Abdollahi menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran tetap teguh dalam mempertahankan kedaulatan negara di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Ia menyebut komitmen militer Iran tidak akan surut hingga mencapai kemenangan penuh.

Konflik ini sendiri bermula dari serangan besar yang dituduhkan Iran kepada Amerika Serikat dan Israel, menyusul terbunuhnya Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.

Serangan udara skala besar dilaporkan menghantam berbagai target militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang luas.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan bertubi-tubi menggunakan rudal dan drone ke berbagai target yang diklaim sebagai posisi Amerika dan Israel di kawasan.

 

Sumber: TNA


Tinggalkan Komentar