Iran Siap Hadapi Perang, Araghchi Peringatkan Washington - Telusur

Iran Siap Hadapi Perang, Araghchi Peringatkan Washington

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. foto ist

telusur.co.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan Washington bahwa negaranya siap menghadapi perang jika Presiden AS Donald Trump benar-benar menempuh opsi militer sebagai respons atas tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.

Araghchi menegaskan bahwa Iran kini memiliki kesiapan militer yang jauh lebih besar dibandingkan konflik singkat 12 hari tahun lalu. Meski saluran komunikasi dengan AS masih terbuka, ia menekankan bahwa negaranya “siap untuk semua opsi” dan berharap Washington memilih jalur dialog, bukan konfrontasi.

Pernyataan keras ini muncul setelah Trump menyebut sedang mempertimbangkan “opsi kuat” terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan militer, di tengah protes nasional yang dipicu krisis ekonomi dan berkembang menjadi tuntutan perubahan sistemik.

Gelombang demonstrasi yang berlangsung selama dua pekan terakhir telah menelan banyak korban. Media pemerintah Iran melaporkan lebih dari 100 personel keamanan tewas, sementara kelompok oposisi menyebut jumlah korban jauh lebih besar dan mencakup ratusan demonstran. Al Jazeera belum dapat memverifikasi angka tersebut secara independen.

Araghchi menuding “unsur teroris” menyusup ke kerumunan demonstran dan menargetkan aparat maupun warga sipil. Pemerintah Iran juga menuduh AS dan Israel berada di balik kerusuhan.

Sejak Kamis, Iran mengalami pemadaman internet selama 96 jam, menurut laporan NetBlocks. Araghchi menyebut layanan akan dipulihkan secara bertahap dengan koordinasi aparat keamanan. Ia juga mengungkapkan komunikasi dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff masih berlangsung, meski menilai ancaman Washington “tidak sesuai” dengan semangat negosiasi.

“Kami siap duduk di meja perundingan nuklir, asalkan tanpa ancaman atau perintah,” ujar Araghchi.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa militer AS dan Israel akan menjadi “target sah” jika Washington campur tangan. Sementara itu, Gedung Putih menilai Iran menyampaikan pesan berbeda secara publik dan privat.

Wall Street Journal melaporkan bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan tawaran Iran untuk pembicaraan militer lebih lanjut, meski Trump juga menimbang opsi serangan.

Ketegangan ini mengingatkan pada tahun lalu, ketika AS membom situs nuklir Iran saat terlibat dalam perang 12 hari bersama Israel. Kini, ancaman konfrontasi kembali menghantui hubungan kedua negara di tengah krisis domestik Iran.

Sumber aljazeera


Tinggalkan Komentar