telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di Yordania dalam Gelombang ke-25 Operasi Nasr 2. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan tersebut menargetkan pangkalan udara King Faisal dan Prince Hassan.
Dalam pernyataan bernomor 42 yang dirilis Rabu, IRGC mengklaim operasi itu menggunakan sandi "Ya Hassan Ibn Ali (AS)" dan didedikasikan kepada para syuhada yang mereka sebut sebagai bagian dari mazhab Shajareh Tayyebah di Minab.
Menurut klaim IRGC, serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kedua pangkalan tersebut.
IRGC menyatakan gelombang pertama serangan menghantam hanggar persiapan pesawat tempur F-15. Selanjutnya, serangan diarahkan ke hanggar penyimpanan drone.
Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan delapan unit drone pengintai MQ-9 yang disebut masih berada dalam kemasan sebelum dirakit. Dua drone lainnya diklaim mengalami kerusakan berat.
Selain itu, IRGC juga mengaku telah merusak dua helikopter militer Amerika yang berada di hanggar penyimpanan.
Kelompok tersebut juga mengklaim serangan terhadap fasilitas akomodasi pasukan Amerika mengakibatkan sejumlah personel tewas dan terluka. Namun, IRGC tidak memberikan rincian jumlah korban maupun bukti yang dapat memverifikasi klaim tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC menuding Amerika Serikat telah melakukan serangan udara dan rudal terhadap sejumlah sasaran militer maupun sipil Iran dalam beberapa hari terakhir.
Menurut IRGC, tindakan tersebut dilakukan dengan dalih membalas insiden yang berkaitan dengan kapal-kapal di kawasan. Kelompok itu menyatakan serangan yang mereka lakukan merupakan bentuk balasan atas apa yang disebut sebagai agresi Amerika.
IRGC juga menegaskan operasi militer terhadap kepentingan Amerika akan terus berlanjut selama mereka menilai ancaman masih berlangsung.
Pada bagian akhir pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa mereka siap melancarkan operasi lanjutan apabila Amerika Serikat tetap melakukan aksi militer terhadap Iran.



