telusur.co.id - Persiapan Nigeria menghadapi Aljazair di perempat final Piala Afrika 2025 tidak berjalan mulus. Spekulasi mengenai perselisihan internal yang melibatkan striker bintang Victor Osimhen serta laporan tentang bonus pemain yang belum dibayarkan mencuat dan membayangi fokus tim.
Pelatih Nigeria, Eric Chelle, memilih untuk tidak menanggapi isu tersebut. “Tugas saya adalah tetap fokus di lapangan, bukan di luar itu,” ujarnya sehari sebelum laga di Marrakesh. Chelle menegaskan bahwa urusan bonus dan administrasi merupakan ranah Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF).
Media lokal melaporkan bahwa para pemain sempat mengancam tidak berlatih atau melakukan perjalanan ke Marrakesh jika bonus kemenangan dari empat laga sebelumnya tidak segera dibayarkan. Meski demikian, tim akhirnya tiba di Marrakesh pada Kamis dan langsung menggelar sesi latihan.
Isu lain yang mencuat adalah dugaan ketegangan antara Osimhen dan Ademola Lookman dalam kemenangan 4-0 atas Mozambik di babak 16 besar. Osimhen, yang mencetak dua gol, tampak kesal ketika Lookman memilih menembak sendiri alih-alih memberi umpan untuk peluang tambahan. Chelle menolak berkomentar lebih jauh, hanya menegaskan bahwa “Victor ada di sana, dan kami adalah sebuah tim.”
Lookman sendiri meremehkan insiden itu, menyebutnya “hanya sepak bola” dan menegaskan bahwa Osimhen adalah “saudaranya.” Ia bahkan mengunggah foto kebersamaan mereka di media sosial dengan keterangan “selalu bersama.”
Nigeria, yang kalah di final edisi terakhir dari Pantai Gading, kini berupaya merebut gelar keempat mereka di Piala Afrika. Lawan yang dihadapi tidak mudah: Aljazair, yang pernah menyingkirkan Nigeria dalam perjalanan menuju gelar pada 1990 dan 2019. [ham]




