Jokowi Harus Bersikap, Jangan Biarkan Lagi Wacana Presiden 3 Periode Bergulir - Telusur

Jokowi Harus Bersikap, Jangan Biarkan Lagi Wacana Presiden 3 Periode Bergulir

Jokowi memberi paparan di Musra Arcamanik. Foto: Istimewa

telusur.co.id - Presiden Joko Widodo terkesan tidak melarang para relawannya untuk terus mewacanakan presiden menjabat tiga periode. 

Terbaru, dalam forum Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia yang digelar relawannya di gedung Youth Center, Sport Center Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/22), dihiasi dengan teriakan Jokowi tiga periode. 

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, dengan adanya teriakan menggaungkan kembali wacana presiden tiga periode oleh relawan Jokowi di Bandung terkesan dibiarkan. Jokowi tampak berlindung di balik demokrasi.

"Demokrasi harus tunduk dengan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Jamiluddin kepada wartawan, Rabu (31/8/22).

Jamiluddin menyayangkan, sikap "membiarkan" itu terus dipelihara Jokowi. Padahal, dalam konstitusi sudah sangat jelas dibatasi masa jabatan presiden yaitu hanya dua periode.

"Atas nama demokrasi Jokowi tidak melarang presiden tiga periode terus menggema di tanah air," sesal Jamiluddin. 

Jokowi seharusnya bersikap untuk melarang relawannya agar tidak lagi menyuarakan wacana presiden 3 periode. Sebab, regulasinya sudah ada dan telah ditetapkan oleh negara. 

"Jokowi terkesan membiarkan wacana tersebut terus mengemuka," tukasnya.

Saat menghadiri acara forum Musra Indonesia di Bandung, Presiden Jokowi mengatakan dirinya tak mempermasalahkan jika ada yang mengampanyekan presiden tiga periode. Menurut Jokowi, hal itu bagian dari demokrasi. 

"Kan ini forumnya rakyat, boleh rakyat bersuara kan," kata Jokowi di hadapan para pendukungnya.

Bagi Jokowi, wacana-wacana perpanjangan masa jabatan presiden tak berbeda dengan desakan publik agar presiden diganti atau mengundurkan diri.

"Karena negara ini adalah negara demokrasi, jangan sampai ada yang baru ngomong 3 periode (lalu) kita sudah ramai," ungkapnya.

"Itu kan tataran wacana. Kan boleh saja orang menyampaikan pendapat, orang kalau ada yang ngomong 'ganti presiden' kan juga boleh, ya enggak? 'Jokowi mundur' kan juga boleh," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com

Dalam forum ini, Jokowi juga kembali menerima dukungan dari para pendukungnya untuk maju lagi sebagai orang nomor 1 di republik lewat Pilpres 2024.[Fhr]


Tinggalkan Komentar