Kasus Ninoy, Sekjen PA 212 Diperiksa Polda Metro Jaya

telusur.co.id - Polda Metro Jaya  memeriksa Sekjen Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, terkait dugaan penganiayaan yang dialami relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Sebelum pemeriksaan, Ustaz Bernard Abdul Jabbar dijemput dari rumahnya, kawasan Pejompongan, Jakarta.

Kabar pemeriksaan itu dibenarkan oleh Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin.

" Iya benar," kata Novel kepada telusur.co.id, Senin (7/10/19).

Novel menjelaskan, kapasitas Ustaz Bernard Abdul Jabbar diminta keterangan karena aktivitasnya memang di Masjid.

"Benar karna beliau adalah ustaz yang memang beraktifitas di masjid mau tidak mau beliau diminta keterangan karena sebagai ustaz," paparnya.

Selain itu, Novel menegaskan, pengurus Masjid Al Falah Pejompongan tidak menculik Ninoy. Relawan Jokowi itu diamankan di Masjid Al Falah sepanjang malam Senin (30/9) lantaran banyak masyarakat yang marah dengan tindakannya.

"Saya klarifikasi ya mas tidak ada penculikan jangan termakan kabar buzzer tukang hoax," tukasnya.

Sekedar informasi, Ninoy mengaku jadi korban penculikan oleh sekelompok orang pada saat aksi unjuk rasa di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/19).

Saat di lokasi, Ninoy tengah mengambil gambar pengunjuk rasa yang terkena gas air mata. Lalu, Ia menyebut ada oknum massa yang merampas ponsel genggamnya.

Ninoy sempat diinterogasi di salah satu tempat sebelum akhirnya dilepaskan. Ia kemudian membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu kemarin. [asp]


Laporan : Tio Pirnando

Tinggalkan Komentar