telusur.co.id - Komite Independen Penggerak Panja Rakyat (KIPPR) mendesak DPR RI segera mengganti instrumen Panja dengan Pansus. KIPPR bahkan menganggap panja investasi BUMN gagal mengemban amanat rakyat.
Diketahui, DPR dalam hal ini Komisi VI DPR beberapa waktu lalu telah membentuk Panja Investasi BUMN Pada Perusahaan Digital. Salah satu tugasnya yaitu menelisik skema investasi yang dilakukan anak usah Telkom yakni Telkomsel ke GoTo/
Narahubung KIPPR, Achmad Al Afgani menjelaskan, alasan KIPPR mendesak agar panja diganti dengan instrumen Pansus karena kinerja panja tidak transparan dalam mengawal agenda rakyat terkait gelontoran dana investasi triliunan rupiah oleh salah satu BUMN ke GoTo.
"Rapat Panja Investasi GoTo DPR RI harus segera dihentikan karena tidak memenuhi azas keterbukaan informasi publik," tegas Achmad Al Afgani dalam keterangannya, Minggu (3/7/22).
Mengingat daya persoalan ini cukup kompleks, Achmad menambahkan, instrumen pansus adalah opsi paling relevan dalam menuntaskan polemik ini.
"DPR RI harus segera membentuk Pansus (Pansus) Investasi GoTo untuk melakukan pendalaman serta penelusuran yang lebih dalam terkait investasi GoTo," ucapnya.
Lebih lanjut, Achmad mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mengawal persoalan ini hingga tuntas.
"Kami mengajak seluruh masyarakat khususnya yang prihatin terhadap situasi di atas untuk bergabung bersama PANJA RAKYAT MEGGUGAT INVESTASI GOTO Pada Selasa, 05 Juli 2022. Ayo Kita Satukan Barisan. Rakyat Bergerak Tolak Pembohongan," tegasnya lagi.
Achmad mengungkapkan, Panja Rakyat Menggugat Investasi GOTO dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi di Gado-Gado Boplo Cikini Jakarta Pusat dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang punya concern terhadap persoalan tersebut.
Rencananya, Selasa, 05 Juli 2022 Pukul 13.00 s.d selesai, KIPPR akan membedah persoalan itu dengan melakukan sesi diskusi dengan menghadirkan sejumlah Narasumber:
1.Yanuar Rizky (Ekonom)
2.Agustinus Edy (Jurnalis)
3.Piter Abdullah Redjalam (Ekonom)
4.David Fernando Audy (Operating Partner East Ventures). Pengarah Forum: Salamudin Daeng (Peneliti AEPI).[Tp]



