Ketegangan Meningkat: Iran dan AS Saling Ancam dengan Aksi Militer - Telusur

Ketegangan Meningkat: Iran dan AS Saling Ancam dengan Aksi Militer

Abbas Araghchi. foto ist

telusur.co.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump mengulangi ancaman militer terhadap Iran, sementara Menteri Luar Negeri Iran menegaskan kesiapan angkatan bersenjata negaranya untuk merespons setiap agresi.

Dalam unggahan di media sosial Rabu malam, Abbas Araghchi menulis bahwa angkatan bersenjata Iran siap “dengan jari-jari mereka di pelatuk” untuk menanggapi setiap serangan terhadap tanah, udara, dan laut Iran. Araghchi menekankan bahwa Iran telah memetik “pelajaran berharga” dari serangan militer Israel dan AS terhadap situs nuklir Iran pada tahun lalu, yang disebutnya sebagai Perang 12 Hari. Menurut Araghchi, pengalaman tersebut memungkinkan Iran merespons dengan lebih cepat, kuat, dan mendalam.

Komentar Araghchi muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social, menegaskan bahwa armada militer AS sedang menuju Iran dan “siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu.”

Presiden AS menambahkan bahwa pihaknya berharap Iran segera kembali ke meja perundingan untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir yang “adil dan merata – Tanpa senjata nuklir.” Ia menekankan bahwa waktu hampir habis dan kegagalan mencapai kesepakatan bisa memicu serangan yang “jauh lebih buruk” daripada sebelumnya.

Ancaman kedua belah pihak terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Iran akibat penindakan pemerintah terhadap protes anti-pemerintah. Sementara retorika militer meningkat, analis menilai pernyataan ini juga berfungsi sebagai tekanan diplomatik, meski risiko kesalahan perhitungan tetap tinggi.

Kedua negara kini memasuki fase saling sikut diplomatik yang intens, di mana setiap langkah bisa menentukan arah hubungan kedua negara ke depan, apakah menuju negosiasi atau eskalasi militer. [ham]


Tinggalkan Komentar