Legislator NasDem Serap Aspirasi Terkait Akses Pendidikan dan Daya Tampung Sekolah - Telusur

Legislator NasDem Serap Aspirasi Terkait Akses Pendidikan dan Daya Tampung Sekolah

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat

telusur.co.id - Akses pendidikan yang merata dan peningkatan daya tampung sekolah negeri menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat yang digelar di Kantor DPD Partai NasDem Kota Bandung, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam sektor pendidikan, khususnya terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri, serta perlunya pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Mamat Rachmat menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh anak tanpa terkecuali. Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Kami memahami bahwa pendidikan masih menjadi perhatian utama masyarakat. Aspirasi terkait akses pendidikan, daya tampung sekolah, hingga pemerataan kualitas layanan pendidikan akan kami bawa dan perjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki DPRD Provinsi Jawa Barat,” ujar Kang Rachmat.

Menurutnya, tantangan dalam dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru, tetapi juga menyangkut pemerataan kualitas pendidikan agar seluruh siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selain menyoroti pelaksanaan SPMB, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus meningkatkan kualitas sekolah penyangga serta memperluas bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena keterbatasan ekonomi maupun akses layanan pendidikan.

Kang Rachmat menambahkan bahwa berbagai aspirasi yang dihimpun selama masa reses akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam pembahasan program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan sektor pendidikan yang menjadi salah satu fokus utama pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat.

“Pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk mendorong peningkatan layanan pendidikan yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (VC)


Tinggalkan Komentar