telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Rizky, menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari program listrik masuk desa saat melaksanakan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan pada 20–21 Februari 2026 di Kampung Cikirai RT/RW 001/007, Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Menurutnya, kehadiran listrik di wilayah pedesaan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut perubahan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Listrik membuka akses belajar bagi anak-anak di malam hari, mendukung layanan kesehatan, serta memberi peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha produktif,” ujarnya.
Ia menilai bahwa program listrik desa memiliki dampak berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam memperkuat aktivitas ekonomi rumahan dan usaha kecil berbasis desa.
Namun demikian, M. Rizky menegaskan bahwa dampak positif tersebut hanya dapat dimaksimalkan apabila pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Karena itu, fungsi pengawasan DPRD menjadi penting untuk memastikan implementasi di lapangan sesuai perencanaan.
“Pengawasan harus memastikan bahwa manfaat listrik benar-benar dirasakan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat, diharapkan program listrik desa mampu menjadi pendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan. (VC)



