telusur.co.id - Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, secara tegas membantah memiliki hubungan dengan Jeffrey Epstein dalam pernyataan singkat yang disampaikannya di Gedung Putih, Kamis waktu setempat.
Dalam pidato kurang dari enam menit, Melania mengatakan dirinya tidak pernah terlibat dengan Epstein maupun mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh finansier tersebut. Ia menyebut berbagai rumor yang beredar selama ini sebagai “kebohongan” yang harus segera dihentikan.
“Kebohongan yang menghubungkan saya dengan Jeffrey Epstein harus diakhiri hari ini,” tegasnya dikutip dari The New York Time, Jumat (10/2026).
Melania juga meluruskan narasi terkait awal pertemuannya dengan suaminya, Presiden Donald Trump. Ia menegaskan bahwa Epstein tidak pernah memperkenalkan mereka.
“Saya bertemu Donald Trump secara kebetulan di sebuah pesta di New York pada 1998,” ujarnya, merujuk pada kisah yang juga ia tulis dalam bukunya.
Ia mengakui pernah berada di acara yang sama dengan Epstein pada awal 2000-an, namun menegaskan tidak ada hubungan personal di antara mereka. Melania juga membantah pernah bepergian menggunakan pesawat Epstein atau mengunjungi pulau pribadinya.
Selain itu, ia menanggapi email lama yang mengaitkannya dengan Ghislaine Maxwell. Menurutnya, korespondensi tersebut hanya sebatas komunikasi biasa dan tidak mencerminkan hubungan apa pun.
“Untuk memperjelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein atau kaki tangannya,” katanya.
Pernyataan ini muncul di tengah kembali menguatnya sorotan terhadap kasus Epstein, yang terus menjadi isu sensitif di lingkaran politik Washington. Bahkan, sejumlah tokoh yang pernah terkait secara tidak langsung masih menghadapi tekanan publik.
Melania juga mengambil posisi berbeda dengan narasi yang selama ini berkembang di lingkungan politik suaminya. Ia justru menyerukan agar para korban Epstein diberikan ruang untuk bersuara.
“Saya menyerukan kepada Kongres untuk memberikan kesempatan kepada para korban untuk bersaksi secara terbuka,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari anggota DPR AS, termasuk Robert Garcia, yang menyatakan dukungan terhadap gagasan sidang terbuka bagi para penyintas.
Meski dimaksudkan untuk membersihkan nama pribadinya, langkah Melania ini dinilai berpotensi kembali memicu perhatian publik terhadap penanganan kasus Epstein oleh pemerintahan Trump.



