Meski Belum Gunakan Gate Otomatis, Pengelola Pastikan Parkir Pasar Cisalak Tetap Transparan - Telusur

Meski Belum Gunakan Gate Otomatis, Pengelola Pastikan Parkir Pasar Cisalak Tetap Transparan

Pasar Rakyat Cisalak Kota Depok. Sumber foto: Ist

telusur.co.id - Pengelola parkir Gedung Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, PT Rapik Karya Mandiri (RKM), memastikan pengelolaan parkir tetap berjalan secara transparan meski belum menggunakan sistem palang pintu (gate) otomatis.

Koordinator Parkir PT RKM, Muhammad Yusuf, menegaskan tidak ada praktik penyimpangan dalam pengelolaan parkir maupun kebocoran setoran retribusi yang menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok.

"Meski belum ada gate, kami jamin tidak ada kebocoran atau permainan. Semua petugas menggunakan karcis resmi, ada laporan harian, dan seluruh hasil parkir disetorkan langsung ke kas perusahaan. Kami juga siap diaudit kapan saja," ujar dia dalam keterangannya, dikutip, Minggu (28/6/2026).

Menurut dia, sistem parkir di Pasar Cisalak hingga kini masih dilakukan secara manual dengan menggunakan karcis bernomor seri. Setiap kendaraan yang masuk wajib menerima karcis, sementara petugas diwajibkan menyetorkan hasil parkir sesuai jumlah karcis yang dikeluarkan.

Yusuf juga mengungkapkan, perusahaan telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat untuk memastikan setiap transaksi tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kendaraan masuk sesuai karcis yang diberikan. Selain itu, ada koordinator lapangan yang melakukan pengecekan secara langsung sehingga potensi kehilangan pendapatan dapat diminimalkan," tutur Yusuf.

Dia melanjutkan, PT RKM sebenarnya telah merencanakan pemasangan gate otomatis pada pertengahan 2024 sebagai bagian dari peningkatan sistem pengelolaan parkir. Namun, rencana tersebut batal direalisasikan karena mendapat penolakan dari warga.

Menurut Yusuf, warga menilai lokasi yang direncanakan untuk pemasangan gate merupakan jalan atau fasilitas umum sehingga dikhawatirkan mengganggu akses masyarakat.

"Sebagai pengelola parkir, tentu kami ingin menggunakan gate otomatis. Namun karena warga tidak menyetujui dengan alasan akses tersebut merupakan jalan atau fasilitas umum, akhirnya pengelolaan parkir tetap dilakukan secara manual," jelas dia.

Meski demikian, Yusuf memastikan pihaknya tetap berkomitmen menjaga akuntabilitas pengelolaan parkir melalui sistem pelaporan harian yang dapat diperiksa oleh instansi terkait.

"Prinsip kami, parkir adalah pelayanan. Karena itu harus dijalankan secara jujur, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar. Di sisi lain, retribusi kepada Pemerintah Kota Depok juga harus tetap optimal karena hasilnya digunakan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor," tutup dia. 

 

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar