Nama Enzo Zenz Allie Disorot

telusur.co.id - Nama Enzo Zenz Allie, calon taruna (catar) akademi militer (akmil) TNI itu kini menjadi buah bibir warganet. Itu terkait dugaan Enzo Allie adalah simpatisan HTI, organisasi terlarang yang dibubarkan pemerintah Indonesia.

Terkait itu, mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin menyarankan agar dilakukan tes ulang terhadap Enzo Allie, khususnya masalah ideologi. Hal itu, kata lulusan Akmil 1974 ini, untuk membuktikan benar atau tidak isu tersebut.

"Menurut hemat saya, kita tes ulang lagi saja khususnya masalah ideologinya, dengan melakukan investigasi, apakah isu itu benar atau tidak," kata mantan anggota TNI bergelar Mayor Jenderal itu saat dihubungi telusur.co.id, Kamis (8/8/2019).

Politikus yang karib disapa Kang TB itu mengatakan, saat tes ideologi, mestinya tim pengetes sudah melakukan penelitian kepada yang bersangkutan, plus meneliti keluarga calon. Menurutnya, jika benar Enzo Allie adalah simpatisan bahkan terpapar HTI sebagaimana yang viral di media sosial, dirinya mempertanyakan mengapa masih kebobolan.

"Kalau hasil investigasi nanti dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, ya di batalkan. Kan selama ini ada standar aturannya. Tetapi, kalau hasilnya masih tetap memenuhi syarat, ya tetap di luluskan," kata dia.

Enzo Zenz Allie

Enzo Allie begitu biasa ia disapa, adalah Warga Negara Indonesia. Ayahnya bernama Jeans Paul Francois Allie warga negara Prancis yang wafat pada tahun 2012 akibat serangan jantung. Ibu dari remaja berusia 18 tahun itu, Siti Hajar Tilaria adalah seorang WNI.

Namanya mulai ramai dibicarakan oleh warganet setelah video yang diunggah channel TNI AD beberapa hari lalu. Itu dikarenakan remaja laki-laki berparas bule itu lancar berbahasa Prancis saat diwawancarai Panglima TNI, Hadi Tjahjanto dalam sidang pantukhir Akademi Militer (Akmil). Ia pun lulus menjadi calon taruna (catar) Akmil TNI.

Sejak lahir hingga berusia 13 tahun, Enzo tinggal di Paris. Kemudian pindah ke Indonesia dan tinggal bersama ibunya. Enzo dibawa pulang oleh ibunya, dan melanjutkan sekolah di salah satu pesantren di Serang, Banten.

Selain bahasa Indonesia yang merupakan bahasa sang ibu, Enzo yang menempuh sekolah dasar di Prancis serta SMP dan SMA di Indonesia itu menguasai bahasa Prancis, Inggris serta saat seleksi pemantauan akhir lancar mengaji alquran.

Di hadapan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Enzo menyampaikan bahwa dirinya bercita-cita ingin menjadi prajurit infanteri dan Kopassus.

Setelah videonya viral di dunia maya, sosok Enzo pun mengundang penasaran publik. Keseharian dan kepribadian Enzo pun menuai pujian. Ia dikenal sebagai anak yang baik dan saleh.

Setelah viral karena hasil wawancaranya dengan Panglima TNI, nasib Enzo Allie kini dipertaruhkan di Akmil. Itu disebabkan ada seorang warganet yang mempublikasikan jejak digital Enzo.

Akun Facebook Salman Fariz menyebut Enzo diduga sebagai simpatisan dari organisasi yang kini dilarang di Indonesia. Hal tersebut diketahuinya dari akun Facebook yang katanya milik Enzo.

Dalam postingannya ia menuliskan, "Penasaran dengan sosok Enzo Allie. Remaja belasteran Indonesia-Prancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI. Iseng nyari akun FB-nya, wah ngeri-ngeri sedap juga rupanya. Anak ini bersama ibunya yang bernama Hadiati Basjuni Allie terindikasi kuat sebagai simpatisan HTI. Pendukung Khilafah dan anti pemerintah. Kalau ayahnya sendiri yang berkebangsaan Prancis, menurut informasi telah wafat. Bukan apa-apa, sekedar untuk kewaspadaan saja. Jangan sampai TNI "memelihara" anak ular.

Akun Enzo:
https://www.facebook.com/enzo.allie

Akun ibunya:
https://www.facebook.com/titie.
"

Postingan ini pun kembali viral di media sosial. Saat redaksi mencoba mengakses link akun Enzo dan ibunya yang dibagikan Salman Fariz, dua akun tersebut tidak bisa diakses.

TNI Dan Pesantren Membantah

Setelah ramai pihak institusi TNI buka suara. TNI pun membantah isu bahwa Enzo Allie terpapar radikalisme. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan, TNI memiliki sistem seleksi mental ideologi. Mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga penelusuran media sosial milik calon taruna akmil.

Selain dari pihak TNI ada pula tanggapan mengenai Enzo Allie dari gurunya sewaktu menimba ilmu di SMA Pesantren Al-Bayan Anyer. Kepala Sekolah SMA Pesantren Al-Bayan Anyer Deden Ramdani yang juga mengajar Enzo di kimia di kelas 11 membantah muridnya, Enzo Allie terpapar radikalisme.

Deden mengatakan, siswa-siswa di pondok pesantrennya tersebut dibentuk dengan pemahaman Islam ahlussunnah wal jamaah dan menanamkan nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pihak sekolah pun telah mendapat informasi langsung dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI, saat tes ideologi, Enzo dinyatakan lulus dan benar-benar Pancasiliais dan cinta NKRI. [ipk]

Laporan: Saeful Anwar

Video wawancara Panglima TNI dengan Enzo Allie

Tinggalkan Komentar