telusur.co.id -Anggota Komisi V DPR RI Faujia Helga Tampubolon, memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang bergerak cepat dalam melakukan pemerataan jaringan listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khusunya di Provinsi Papua Barat Daya.
Anggota DPR dapil Papua Barat Daya itu mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil menjalankan nilai-nilai sila kelima dalam Pancasila.
"Saya apresiasi pemerintah berjuang untuk melaksanakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan saat ini di Papua Barat Daya sedang pembangunan 60 penjaringan listrik," kata Faujia dalam rapat kerja dengan Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Menteri Transmigrasi, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dalam kesempatan terpisah, Faujia mengatakan bahwa pembangunan jaringan yang dikerjakan sejak Desember 2025 lalu, kini sudah mencapai 60 kampung yang sudah teraliri listrik.
"Jadi setelah ada perhatian diutamakan untuk daerah 3 T jadi pembangunannya bertahap kemarin Desember 2 kampung, sekarang bertahap sudah 60 kampung," ujar Faujia.
Dia juga mengungkapkan masih ada beberapa kampung di Papua Barat Daya yang belum tersambung jaringan listrik, akan tetapi semua sudah masuk ke dalam perencanaan pembangunan.
"Kalau yang tercatat ada beberapa, tetapi semua sudah masuk di dalam list di dalam jalur penyambungan," ucapnya.
Lebih lanjut, legislator Fraksi Demokrat itu memprediksi hingga akhir tahun 2026,pemerintah akan merampungkan pembangunan ratusan jaringan listrik yang ada di Papua Barat Daya.
"Sudah tahun ini merata, (tahun) kemarin si belum karena terbatas dengan dana. Mungkin akhir tahun ini sampai 100 lebih. Diutamakan untuk tidak ada lagi (kampung) yang tidak ada jaringan. Targetnya akhir tahun ini semua sudah," tandasnya.



