Perspektif Milenial dalam Pilwali Surabaya, Seperti Apa?

Dialog Publik Rumah Milenial Surabaya

telusur.co.id - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pemilukada) tahun 2020, Rumah Millenial Suroboyo gelar diskusi publik yang bertemakan “Perspektif Millenial Dalam Pilwali Kota Surabaya”. Acara yang digelar di Cafe Sipulung Semolo Surabaya dihadiri 3 narasumber millenial yang konsisten berkarya dibidangnya.

Narasumber pertama, yakni Wakil Ketua PP Muhammadiyah Surabaya, Akbar Brillianto, kemudian Presiden Bem Unitomo tahun 2015, Edy Irawan. Semakin lengkap diskusi publik tersebut juga menghadirkan tokoh muda Zahrul Azhar Asumta yang akrab disapa Gus Hans sebagai narasumber utama dalam diskusi publik tersebut.

Diskusi publik Rumah Millenial Surabaya kali ini dihadiri oleh 80 muda-mudi millenial surabaya yang terdiri; arek-arek Suroboyo dan aktivis milenial mahasiswa Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Gus Hans mengajak millenial Surabaya supaya turut aktif memberikan kritik dan kontrol dalam proses pesta demokrasi yang akan digelar di Kota Surabaya tahun 2020.

"Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa dan muda-mudi milenial Surabaya jangan sampai tertidur. Ruang dialog dan diskusi harus dibuka selebar lebarnya. Pemuda harus mampu memberikan ide dan gagasan yang aplikatif kepada para bakal calon pemimpin kota Surabaya. Saya meyakini gagasan dan ide-ide kreatif itu selalu muncul dari anak-anak muda. Hal ini diperlukan untuk membangun Kota Surabaya lebih baik lagi,” tegas Gus Hans. Sabtu, (30/11/2019).

Diskusi tersebut dibuka dengan salam millenial oleh Ketua Rumah Millenial Suroboyo, Arnold L. Panjaitan. Dalam sambutannya, menyampaikan diskusi publik seperti ini akan dibuat rutin bulanan dengan tema-tema yang menyesuaikan kebutuhan millenial surabaya.

Di tempat bersamaan, Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Jatim, Gianto Wijaya turut hadir dan berkomentar terkait kegiatan millenial tersebut. “Saya suka sekali ketika para generasi penerus bangsa ini, bisa peduli berkumpul dan membahas hal-hal rencana strategis di masa depan. Selain berpikir kritis, pemuda harus punya visi dan misi yang jelas,” lugas Gianto.

Melalui diskusi seperti ini, kata Gianto, diharapkan generasi millenial bisa membangun jejaring dan menciptakan sebuah ide kreasi. Semisal membangun perekonomian dengan berwirausaha, menjadi pengusaha pemula (start up).

Semangat seperti ini harus terus digaungkan, mengingat para millenial saat ini cukup menguasai teknologi. Dengan bertumbuhnya angka pelaku wirausaha. Maka pastinya akan mengangkat pertumbuhan ekonomi baik tingkat regional maupun nasional.

“Kemudian untuk kota Surabaya ke depan, butuh pemimpin muda yang mau mendengarkan dan memberikan pekerjaan untuk milenial. Bukan hanya mempercantik taman. Hal yang saya sampaikan ini merupakan hasil penjaringan aspirasi millenial di kota Surabaya,” ungkapnya.

Output daripada kegiatan ini bertujuan mampu mencetak pemuda milenial yang cepat tanggap dalam menyikapi realita terkini.

Perlu diketahui, kegiatan berjalan dengan lancar dan diwarnai dengan ragam pertanyaan yang membangun, guna meningkatkan kepekaan pemimpin muda dalam menghadapi pilwali Kota Surabaya. [Asp]

 

Laporan : Arianto Deni

Tinggalkan Komentar