telusur.co.id - Sejumlah massa yang tergabung dalam Solidaritas Santri Menggugat (SSM) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/22).
Sebelumnya para santri ini sudah melakukan aksi di depan Gedung DPP PPP pada Kamis (25/8/21). Para santri ini mendesak Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk meminta maaf di depan umum, karna ucapannya yang dinilai menyakiti para kyai dan santri.
Koordinator Aksi Rangga mengatakan, Suharso pada saat memberikan sambutan di acara pembekalan Antikorupsi politik cerdas berintegritas di Gedung KPK pada 15 Agustus 2022 menyatakan bahwa "Sowan ke kyai wajib untuk memberi amplop". Menurut SSM, pernyataan Suharso tersebut merendahkan kyai dan menyinggung santri.
"Statement yang diucapkan oleh Suharso ini sangat menyinggung hati para santri khususnya para kyai," ujar Rangga dalam orasinya.
Pernyataan Suharso ini, kata dia, membuat masyarakat beramsusi bahwa Sowan kepada kyai yang diberikan amplop itu merupakan bagian awal praktik korupsi secara halus.
"Tidak menutup kemungkinan asumsi ini lahir, karna Suharso menyampaikan di forum terbuka," terangnya.
Rangga meminta Suharso untuk membuat permohonan maaf secara terbuka mengenai pernyataannya tersebut.
"Kami mendesak Suharso untuk meminta maaf secara terbuka, karena ini telah membuat gaduh di masyarakat," tandas Ranggga. [Tp]
Pidato Soal Amplop Kyai, Solidaritas Santri Menggugat Desak Suharso Minta Maaf Secara Terbuka
Solidaritas Santri Menggugat (SSM) menngelar aksi di depan kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/22).



