telusur.co.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penundaan pengiriman pasukan Indonesia untuk misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina bukan berarti Indonesia mengurangi komitmennya terhadap perdamaian dunia.
Menurut Dave, keputusan pemerintah merupakan langkah diplomatis yang realistis dan strategis, untuk memastikan kontribusi Indonesia benar-benar efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pasukan maupun stabilitas regional.
“Keputusan ini harus dipahami sebagai langkah diplomatis yang realistis, bukan pengurangan komitmen,” ujar Dave dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten mendukung misi perdamaian dunia, namun setiap langkah pengiriman pasukan harus mempertimbangkan situasi geopolitik, dinamika keamanan di lapangan, kesiapan logistik, serta strategi diplomasi.
“Dalam kerangka konstitusi dan amanat nasional, Indonesia tetap menegaskan solidaritas penuh terhadap perjuangan kemanusiaan. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan PBB dan mitra internasional sehingga ketika kondisi memungkinkan, kehadiran pasukan perdamaian Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi terciptanya keamanan dan stabilitas di Gaza,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menunda pengiriman sekitar 8.000 pasukan yang akan bertugas bersama ISF di Gaza, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. “Semua di-hold. Di-hold,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Selasa (18/3).
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia mengambil pendekatan hati-hati, memastikan setiap kontribusi perdamaian dijalankan secara aman dan tepat sasaran. [ham]



