Puadi Kembali Luncurkan Buku Tentang Peran Strategis Bawaslu Perkuat Demokrasi - Telusur

Puadi Kembali Luncurkan Buku Tentang Peran Strategis Bawaslu Perkuat Demokrasi

Anggota Bawaslu RI, Puadi (baju putih) dalam kegiatan bedah buku Dari Norma ke Praktik "Peran Strategis Bawaslu dalam Memperkuat Demokrasi Elektoral". Foto: telusur/Dhanis

telusur.co.id -Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Puadi, kembali meluncurkan karya tulis buku terbarunya di Jakarta, pada Rabu (14/1/2026). 

Adapun buku keempat yang diluncurkan Puadi berjudul "Dari Norma ke Praktik: Peran Strategis Bawaslu dalam Memperkuat Demokrasi Elektoral", yang diterbitkan oleh Deeppublish.

Dia menyatakan, buku karya terbarunya itu sengaja diluncurkan di hari ulang tahun istrinya yang berusia 46 tahun.

"Ini buku keempat saya dari hasil disertasi saya," ujar Puadi saat menyampaikan pengantar dalam sesi diskusi bedah buku barunya di sebuah cafe di Jakarta. 

Puadi memaparkan, dirinya sengaja membukukan hasil disertasinya yang khusus membahas soal kaitan norma dan praktik pengawasan oleh Bawaslu, karena menurutnya ada regulasi yang mengikat dalam penyelenggaraan pemilu yang tidak sama dengan praktik di lapangan.

"Baik Pemilu 2014, atau 2017 untuk pilkada, yang isinya bagaimana praktik pemilu di lapangan. Fakta-fakta di lapangan mengalami sebuah dilema, dinamika," urainya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI itu, mengatakan beberapa isu yang diangkat dalam buku terbarunya ini untuk memperkaya khazanah keilmuan terkait pelaksanaan pemilu.

"Isunya diangkat terkait netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara), politik uang, eks narapidana, serta keterwakilan perempuan, dalam proses pengawasan yang dilakukan saya sebagai pengawas pemilu, ini saya catat dalam sebuah buku," ucapnya. 

Lebih lanjut, dia berharap buku keempatnya tersebut dapat menjadi bahan perbaikan baik untuk pelaksanaan pemilu maupun pilkada ke depan.

"Norma dan praktik ini datang dari konsep demokrasi semakin prosedural, semakin kompleks, dan tentunya ini tidak terlepas dari fungsi administrasi, dan juga harus dibaca fungsi etis serta fungsi moril yang khas dilakukan penyelenggara pemilu," ungkapnya. 

"(Buku) ini tentang pentingnya demokrasi, baik demokrasi prosedural maupun substansial, dan bisa menjadikan demokrasi ke depan lebih baik lagi," demikian Puadi menambahkan. 

Adapun dalam kegiatan bedah buku tersebut hadir sebagai penanggap Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Guru Besar UNAS Prof. Lili Romli, mantan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Alfitra Salam. 

Selanjutnya, turut hadir juga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Prof. Tjipto Samadi, Pakar Hukum Tata Negara STIH IBLAM Radian Syam, serta Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda.


Tinggalkan Komentar