telusur.co.id - Iran dikabarkan meluncurkan tiga salvo rudal dalam waktu kurang dari setengah jam ke wilayah Dimona, Beersheba, dan Tel Aviv.
Media Israel, Channel 12, yang dikutip Al-Mayadeen, melaporkan bahwa "Iran membom sebuah pabrik penting di wilayah Negev," setelah sebuah rudal Iran mendarat di zona industri, menghantam delapan lokasi di Beersheba, sementara laporan awal menunjukkan "ledakan sekunder" di pabrik yang menjadi sasaran.
"Situasinya serius... dan fasilitas yang menjadi target sangat sensitif."
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel memperingatkan kemungkinan kebocoran bahan kimia setelah "serangan serius terhadap sebuah pabrik di Negev,". Sementara media Israel menggambarkan situasi tersebut sebagai "serius," dan mencatat bahwa "fasilitas yang menjadi sasaran rudal Iran di Negev adalah fasilitas yang sensitif."
Pihak berwenang Israel, yaitu Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, melaporkan kebocoran bahan berbahaya dari pabrik industri yang menjadi sasaran. Sementara media lain mengatakan bahwa karbon disulfida bocor dari pabrik Neot Hovav yang menjadi sasaran dan dianggap sebagai sumber bahaya.
Sementara itu, Channel 12 mengkonfirmasi bahwa terjadi kontaminasi dengan bahan berbahaya akibat pecahan yang bertabrakan dengan pipa gas di pabrik yang menjadi sasaran
Rentetan serangan roket terus berlanjut dari Iran menuju wilayah Palestina yang diduduki Israel, bersamaan dengan bunyi sirene di Yerusalem dan sekitarnya.
Penargetan ini terjadi dalam konteks menanggapi agresi Israel-Amerika yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam Iran. Di mana Iran menargetkan situs-situs Israel di wilayah pendudukan dan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut.[Nug]



