Separatis Yaman Selatan Umumkan Rencana Referendum Kemerdekaan - Telusur

Separatis Yaman Selatan Umumkan Rencana Referendum Kemerdekaan

Pasukan Dewan Transisi Selatan (STC). foto AP Fhoto

telusur.co.id - Ketegangan di Yaman kembali meningkat setelah Dewan Transisi Selatan (STC) mengumumkan rencana mengadakan referendum kemerdekaan dalam dua tahun ke depan. Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah pertempuran pecah di Provinsi Hadramout, wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Bentrok terjadi antara pasukan yang setia kepada gubernur Hadramout, Salem al-Khanbashi, yang didukung Saudi, dengan pasukan separatis STC. STC menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap posisi mereka di dekat perbatasan. Menurut Mohammed Abdulmalik, kepala STC di Wadi Hadramout dan Gurun Hadramout, tujuh serangan udara menghantam sebuah kamp di al-Khashaa, menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Namun, Gubernur al-Khanbashi menegaskan bahwa operasi tersebut bukanlah eskalasi perang, melainkan langkah “damai dan sistematis” untuk merebut kembali situs-situs militer di wilayah selatan. “Operasi ini bukan deklarasi perang, melainkan tindakan pencegahan untuk melindungi keamanan dan mencegah kekacauan,” ujarnya.

Laporan dari jurnalis Al Jazeera, Mohammed Al Attab, menyebutkan bahwa pertempuran terjadi di sepanjang perbatasan Saudi, meski informasi di lapangan masih menunggu konfirmasi. Hingga kini, STC dilaporkan masih mempertahankan kendali atas posisinya.

Di tengah konflik, Arab Saudi menyerukan semua pihak untuk berpartisipasi dalam forum yang bertujuan “merumuskan visi komprehensif untuk solusi adil bagi masalah selatan.” Forum tersebut diminta oleh Rashad al-Alimi, kepala Dewan Kepemimpinan Presiden yang didukung Saudi.

 

Rencana Referendum

Beberapa jam setelah bentrokan, Presiden STC Aidaros Alzubidi mengumumkan dimulainya fase transisi dua tahun menuju deklarasi negara merdeka. Dalam pidato televisi, ia menyerukan dukungan komunitas internasional untuk dialog antara pihak-pihak di selatan dan utara.

Namun, Alzubidi juga mengeluarkan peringatan keras: deklarasi kemerdekaan bisa dilakukan lebih cepat jika tidak ada dialog atau jika Yaman selatan kembali diserang. “Deklarasi konstitusional ini akan berlaku segera jika seruan kami diabaikan atau jika rakyat selatan menjadi sasaran serangan militer,” tegasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar