Tiga Alasan AHY Sangat Layak Menjadi Cawapres - Telusur

Tiga Alasan AHY Sangat Layak Menjadi Cawapres

Ketum Demokrat AHY

telusur.co.id - Petinggi Partai Demokrat membantah mempersyaratkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres atau cawapres dalam menjalin koalisi.

Bantahan itu sebetulnya tak perlu dilakukan mengingat AHY memang memiliki potensi besar menjadi cawapres. "Partai Demokrat selayaknya mengusung kadernya untuk dijadikan bargaining dalam membentuk koalisi, meskipun hal itu bukan prasyarat harga mati," ujar pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, Jumat.

Setidaknya, ada tiga pertimbangan AHY sangat layak menjadi cawapres untuk diusung dalam Pilpres 2024.

Pertama, elektabilitas AHY relatif tinggi dalam berbagai survei yang dilakukan lembaga survei kredibel. Setidaknya elektabilitas AHY kerap masuk lima besar.

Konsistensi elektabilitas AHY itu menunjukan kelayakannya menjadi cawapres. AHY akan dapat menambah pundi-pundi suara secara signifikan bagi capres yang didampinginya.

Dua, Anies Baswedan saat dipasangkan dengan AHY memiliki elektabilitas yang tinggi. Dari simulasi beberapa pasangan capres-cawapres, pasangan Anies-AHY sangat kompetitif sehingga berpeluang besar untuk menang.

Karena itu, AHY meskipun masih berusia muda, kelayakannya tak perlu diragukan. Hal itu didukung juga latar belakang pendidikannya yang sangat baik dan kariernya yang terbilang moncer saat masih di TNI.

Tiga, AHY selalu memperoleh elektabilitas dua besar untuk ketua umum parpol. Ini artinya, elektabilitas AHY hanya kalah dengan Prabowo Subianto. Elektabilitas ketua umum partai politik lainnya, termasuk Megawati Soekarnoputri, ada dibawah AHY.

"Jadi, tiga pertimbangan tersebut sudah cukup bagi Partai Demokrat untuk mendorong AHY sebagai cawapres saat menjalin berkoalisi dengan partai lain.  Aset yang baik tersebut sangat sayang bila tidak diperjuangkan menjadi cawapres."

Sudah saatnya orang muda memimpin negeri tercinta. Anies-AHY memenuhi kriteria itu dan sesuai dengan mayoritas pemilih di tanah air. Kiranya partai politik menyadari hal itu. [ham]


Tinggalkan Komentar