telusur.co.id - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai pandangan pengamat politik Rocky Gerung bahwa permainan dalam penyelenggaraan ajang balap mobil listrik atau Formula E, sebagai telah didesain untuk menjebak mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, adalah pandangan atau analisis yang sesat karena tidak didasarkan pada fakta-fakta yang sebenarnya.
"Karena kasus dugaan korupsi Formula E di KPK merupakan kasus dugaan korupsi dimana KPK merespons laporan masyarakat kepada KPK bahwa dalam penyelenggaran proyek Foemula E terjadi tindak pidana korupsi," kata Petrus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/3/23)..
Menurut Petrus, sebagai pejabat publik, setiap langkah Anies Baswedan selalu menjadi perhatian publik.
"Karena itu, ketika terdapat dugaan terjadinya kebocoran dan penyalahgunaan anggaran Formula E, maka orang yang paling disorot oleh publik termasuk Rocky Gerung adalah Anies Baswedan," ujar Petrus.
Petrus menuturkan, di awal pemerintahannya di DKI Jakarta, Anies membentuk sebuah Tim yang diberi nama TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan), termasuk di dalamnya untuk bidang pencegahan korupsi yang dipimpin oleh mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.
Karena itu menurut Petrus, mustahil dan tidak berdasar kalau Proyek Formula E didesain untuk menjebak Anies, apalagi untuk menghalangi cita-cita Anies menuju pencapresan 2024.
"Rocky Gerung jangan menggunakan kaca mata kuda dalam melihat kasus Formula E, lantas dengan gampang mencari kambing hitam dengan cara menuduh ada pihak-pihak yang mendesain untuk menjebak Anies," tandasnya. [Tp]



