Wastam Dorong Wisata Cibiru Wetan Jadi Contoh Desa Digital, Optimalkan QRIS untuk Dongkrak UMKM - Telusur

Wastam Dorong Wisata Cibiru Wetan Jadi Contoh Desa Digital, Optimalkan QRIS untuk Dongkrak UMKM

Anggota Komisi V DPR RI Wastam

telusur.co.id - Anggota Komisi V DPR RI Wastam mendorong Desa Wisata Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi percontohan desa wisata berbasis digital dengan mengoptimalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah ini dinilai mampu memperkuat ekosistem ekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dorongan tersebut disampaikan Wastam saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Desa Wisata Cibiru Wetan, Jumat (3/7/2026). Kunjungan itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR untuk melihat langsung perkembangan desa wisata yang mengandalkan pemberdayaan masyarakat dan inovasi digital.

Menurut Wastam, Cibiru Wetan memiliki keunggulan yang membedakannya dari banyak desa wisata lain. Jika sebagian besar destinasi mengandalkan panorama alam, Cibiru Wetan justru dinilai berhasil membangun daya tarik melalui inovasi teknologi dan digitalisasi. "Saya melihat desa wisata ini berkembang bukan semata karena potensi alamnya, tetapi karena berbasis digital. Ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Kabupaten Bandung maupun Jawa Barat," ujarnya.

Wastam berharap sistem pembayaran digital melalui QRIS diterapkan secara menyeluruh di kawasan wisata, mulai dari kios UMKM, pedagang kuliner, hingga berbagai destinasi dan layanan wisata.

Menurutnya, transaksi digital tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga menciptakan sistem transaksi yang lebih cepat, aman, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.

Selain itu, ia mendorong pemerintah desa untuk menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memperoleh pendampingan dalam pengembangan sistem pembayaran digital sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. "Saya berharap pemerintah desa dapat berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK agar pengembangan pembayaran digital di desa ini semakin optimal. Saya yakin Desa Cibiru Wetan mampu menjadi contoh desa wisata berbasis digital," katanya.

Wastam menilai semakin luas penggunaan transaksi non-tunai akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Selain mempercepat proses pembayaran, sistem digital juga memudahkan pencatatan transaksi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi kebutuhan penting di sektor pariwisata, mengingat semakin banyak wisatawan yang kini memilih metode pembayaran nontunai saat berkunjung ke berbagai destinasi.

Dorongan tersebut sejalan dengan tren nasional penggunaan QRIS yang terus meningkat. Data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi QRIS tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya adopsi di sektor UMKM dan pariwisata. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekonomi digital Indonesia.

Menurut Wastam, apabila seluruh pelaku usaha di Desa Wisata Cibiru Wetan terhubung dalam satu ekosistem pembayaran digital, desa tersebut berpotensi menjadi model pengembangan desa wisata modern yang tidak hanya unggul sebagai destinasi, tetapi juga memiliki tata kelola ekonomi yang berbasis teknologi.

Ia berharap inovasi yang telah dikembangkan Cibiru Wetan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya di Indonesia untuk memanfaatkan digitalisasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung transformasi digital nasional.


Tinggalkan Komentar