Thom Haye Kartu Merah, John Herdman Akui Tak Siapkan Strategi 10 Pemain Timnas Indonesia Saat Ditahan Imbang Malaysia

by Risyad Avisena |
Thom Haye Kartu Merah, John Herdman Akui Tak Siapkan Strategi 10 Pemain Timnas Indonesia Saat Ditahan Imbang Malaysia
Pemain timnas Indonesia Ole Romeny (kanan) berduel dengan kapten Malaysia Dion Cools (kiri). Foto: Telusur.co.id/Jaya Pratama.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan evaluasi mendalam usai skuad Garuda ditahan imbang oleh Malaysia pada laga kedua Grup A ajang FIFA Asean Cup 2026. Bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama membuat Herdman menyoroti pentingnya mematangkan strategi cadangan untuk laga-laga krusial ke depan.

Pertandingan bertajuk derbi Nusantara yang berlangsung sengit tersebut diwarnai sejumlah momen dramatis. Timnas Indonesia sejatinya tampil mendominasi sejak peluit awal dibunyikan.

Skuad Garuda bahkan mencatatkan sejumlah peluang emas yang mengancam gawang tim Harimau Malaya, termasuk satu tembakan yang membentur tiang gawang dan sebuah gol yang terpaksa dianulir oleh wasit.

"Saya pikir 15 hingga 20 menit pertama kami memulai dengan baik, kami tahu Malaysia tim yang terorganisir dengan baik, banyak bakat bagus di tim itu," ujar John Herdman usai laga.

"Saya pikir kami punya peluang mengancam. Kami memiliki beberapa momen bagus. Kami membentur tiang, mencetak gol tapi dianulir," tambahnya.

Pada babak pertama, Justin Hubner sempat mencetak gol. Namun, wasit menganggap Hubner melakukan pelanggaran sehingga gol tidak disahkan.

Kemudian di penghujung laga, tandukan Elkan Baggot hanya membentur tiang gawang sehingga tidak mengubah hasil akhir pertandingan.

Petaka terbesar datang bagi kubu tuan rumah pada menit ke-37. Gelandang andalan Indonesia, Thom Haye, harus mandi lebih cepat setelah diganjar kartu merah oleh wasit.

Kehilangan sang maestro di lini tengah memaksa Herdman merombak taktik lebih bermain bertahan untuk menjaga keseimbangan tim dengan 10 pemain hingga peluit panjang berbunyi.

"Jadi, saya pikir ada banyak pekerjaan bagus ketika kami bermain dengan 11 orang. Tapi strategi bermain 10 pemain, seperti yang saya katakan, mungkin kami bisa lebih menyerang dalam formasi itu," ungkap pelatih asal Inggris tersebut.

Evaluasi cepat dan punya variasi rencana taktikal harus dimiliki timnya khususnya ketika laga berjalan tidak sesuai rencana termasuk berkurangnya jumlah pemain di lapangan.

"Saya pikir peningkatan selanjutnya adalah strategi bermain dengan 10 pemain. Maksud saya, begitulah cara kami harus meninjau pertandingan," lanjutnya.

Kini, fokus skuad Garuda langsung dialihkan pada laga pamungkas Grup A melawan Bangladesh. Herdman menatap optimis laga penentu ini, mengingat pesaing terdekat mereka, Malaysia, akan melakoni laga sulit melawan Singapura. Ia juga menegaskan butuh suntikan moral dari suporter layaknya atmosfer gemuruh saat melawan Malaysia.

"Jadi, kami bersiap untuk pertandingan yang hebat. Malaysia harus bermain melawan Singapura, yang merupakan lawan yang tangguh. Tapi kita mendapat kesempatan bermain melawan Bangladesh, kita antusias untuk itu," tegasnya.

"Secara keseluruhan, semua penggemar, setidaknya mereka memiliki pertandingan ketiga yang bisa mereka nantikan. Kita membutuhkan dukungan itu lagi," tutup Herdman.

Hasil imbang ini membuat persaingan di klasemen sementara Grup A FIFA Asean Cup 2026 semakin ketat. Timnas Indonesia dan Malaysia masih bersaing sengit di papan atas dengan perolehan poin yang identik, Garuda hanya terpaut selisih gol di posisi kedua.

Sementara Singapura dan Bangladesh terus membayangi di bawahnya guna menjaga asa kelolosan.

Pertandingan ketiga dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026. Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh akan menjadi partai hidup mati bagi skuad Garuda untuk mendulang tiga poin penuh, sekaligus membuka peluang menuju babak final.

Komentar

Berita Terkait