Karhutla Jatim Capai 11.449 Hektare, Khofifah Perkuat Mitigasi Bersama BNPB dan TNI

by Arianto Deni |
Karhutla Jatim Capai 11.449 Hektare, Khofifah Perkuat Mitigasi Bersama BNPB dan TNI
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menggelar rakor penanganan karhutla di Kantor Wali Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Wali Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

Rakor tersebut membahas penguatan sinergi dan kolaborasi antarlembaga untuk menangani karhutla secara terpadu. Khofifah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, dan masyarakat untuk memperkuat mitigasi serta meminimalkan risiko kebakaran.

Menurut Khofifah, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Perencanaan jangka panjang dan kesiapsiagaan seluruh pihak diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran, terutama di kawasan yang rawan terdampak.

“Tahun ini karhutla terjadi di Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo dan Gunung Arjuno, maka kita lakukan perencanaan jangka panjang untuk mitigasi bencana ini,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan perlu menyatukan langkah, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan di lapangan.

“Kita satukan langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” imbuhnya.

Berdasarkan data situasi dan sebaran karhutla, tercatat 184 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 11.449 hektare di 26 kabupaten di Jawa Timur. Kebakaran tersebut melanda sejumlah kawasan, antara lain Gunung Bromo, Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Butak, dan Gunung Ijen.

Pemprov Jatim telah melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat penanganan karhutla, di antaranya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta operasi water bombing bekerja sama dengan BNPB.

Operasi tersebut menyasar sejumlah kawasan pegunungan yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, termasuk Gunung Ijen, kawasan Arjuno-Welirang, dan Gunung Butak.

"OMC sudah kita lakukan dengan menyasar wilayah operasi meliputi kawasan Gunung ljen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain itu, upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan drone water spray dan melaksanakan operasi water bombing untuk membantu mengatasi kebakaran di kawasan terdampak.

Pemprov Jatim juga mengajak masyarakat melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan dan meningkatnya risiko karhutla. Dukungan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Istisqa.

“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengapresiasi upaya Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah dalam membantu penanganan dan pemadaman karhutla. Ia menilai pendekatan berbasis sains perlu berjalan beriringan dengan kearifan lokal dan keagamaan dalam menghadapi bencana.

“Salat istisqa merupakan bagian dari pendekatan spiritual yang bisa kita padukan dengan pendekatan ilmiah. Keduanya saya yakin bisa berjalan bersama dalam menghadapi karhutla,” ujar Kristomei.

Kristomei menegaskan, BNPB siap mendukung penanganan karhutla, termasuk melalui operasi water bombing. Pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat dapat menyampaikan kebutuhan tersebut kepada BNPB untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kondisi di lapangan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan karena tindakan tersebut dapat merusak lingkungan serta membahayakan petugas dan warga yang terlibat dalam pemadaman.

“Jangan ada pembakaran lagi karena dampaknya merugikan kita semua. Banyak dampak negatif yang kita rasakan, sementara saudara-saudara kita juga berupaya memadamkan api,” tegasnya.

Di sisi lain, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyatakan kesiapan jajaran TNI untuk mendukung penanganan karhutla di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna mencegah kebakaran meluas.

“Kami siap membantu Pemerintah Daerah dalam menangani karhutla di Jatim. Kita harus yakin dengan kekuatan kita sendiri, harus bersama-sama gotong royong menangani karhutla,” katanya.

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Kepala BPBD Jatim Adhy Karyono, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur.

Komentar

Berita Terkait