telusur.co.id - Pemerintah pusat diimbau untuk cepat dalam menangani kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.Tujuannya, agar masalah ini tidak tergulir dan merembet ke persoalan baru.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/8/19).
"Kalau tidak tepat, bisa membuat masalah-masalah yang baru," ujar Fadli.
Politikus Partai Gerindra ini meyakini, dengan komunikasi yang baik di antara para pemimpin dan para tokoh, masalah di Manokwari dapat diselesaikan dengan baik.
Karenanya, para pemimpin dan pemangku adat harus duduk bersama dan tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut.
"Mereka yang menjadi influencer atau tokoh berpengaruh harus duduk bersama menenangkan supaya ini enggak merembet dan menjadi bola salju," tukasnya.
Sebelumnya, pada peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu lalu, terjadi penggerebekan Asrama Mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Penggerebekan tersebut dilakukan oleh aparat dan diikuti pengepungan Satpol PP dan Ormas. Sebanyak 43 mahasiswa dibawa ke Kantor Polres Surabaya.
Diduga penggerebekan itu dipicu kesalahpahaman, setelah Bendera Merah Putih milik pemerintah Kota Surabaya jatuh di depan asrama. Dan, di Malang terjadi bentrokan polisi dengan mahasiswa asal Papua yang demonstrasi pada 15 Agustus 2019.
Buntutnya, seperti diberitakan, protes atas diamankannya sejumlah mahasiswa asal Papua oleh polisi tersebut, berlanjut di Manokwari, Papua Barat, Senin pagi. Demonstrasi itu berunjung anarkis. Pengunjuk rasa membakar kantor DPRD Papua Barat di Jalan Siliwangi, Manokwari.
Tak hanya itu, massa juga membakar sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat. Massa juga melempar Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari, yang datang dalam rangka menenangkan massa.[Ham]



