Agar Tak Stagnan, Pemerintah Harus Dukung Produk Inovasi Dalam Negeri - Telusur

Agar Tak Stagnan, Pemerintah Harus Dukung Produk Inovasi Dalam Negeri


telusur.co.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta, pemerintah aktif menciptakan siklus permintaan untuk menunjang pengembangan produk inovasi hasil karya peneliti dalam negeri. 

Menurut dia, selama kebijakan ini tidak dibuat, pengembangan produk inovasi akan jalan di tempat. Temuan peneliti hanya akan menjadi koleksi dan penanda pencapaian penelitian, tapi tidak bisa menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat sehari-hari. 

"Saya mendorong Pemerintah membangun sistem yang memungkinkan setiap produk inovasi dalam negeri dapat diterima masyarakat. Karena memang secara kualitas produk inovasi dalam negeri kita tidak kalah dibanding produk negara lain," ujar Mulyanto di Jakarta, Jumat (25/12/20).

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, sebelumnya, mengeluh produk inovasi ventilator Covid-19 tidak laku di pasaran. 

Dokter masih belum berani menggunakan ventilator buatan dalam negeri karena ragu dengan kualitas produk. Ada juga yang beralasan kebutuhan ventilator sudah cukup melalui pengadaan impor dan lain sebagainya.

Mulyanto menyarakan, pemerintah mendorong penyerapan produk inovasi domestik, baik melalui pengadaan pemerintah (government procorument), maupun membangun atmosfer yang kondusif. Sehingga produk inovasi dari para peneliti domestik dapat diserap pasar dalam negeri. 

Pemerintah juga perlu memikirkan skema insentif bagi para pengguna inovasi domestik agar kapasitas produksi industri dalam negeri meningkat. Harapannya, bisa menghasilkan produk inovasi domestik yang semakin canggih. 

Karena, jika sisi permintaan tidak tumbuh maka pada sisi penyediaan produk inovasi domestik ini akan mandeg stagnan. Bagaimana mungkin produk inovasi dapat berkembang dengan baik kalau produk itu tidak ada yang beli?  

"Semakin tinggi permintaan maka industri akan semakin dapat belajar dalam menghasilkan produk yang dibutuhkan konsumen dengan kualitas yang semakin baik dan harga yang semakin terjangkau.  Pada prinsipnya, konsumen itu yang membayar 'uang sekolah' bagi industri untuk belajar dan tumbuh," paparnya.

Untuk membangun industri domestik yang kuat, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat agar mau membeli produk dalam negeri. Budaya cinta produk dalam negeri serta budaya penghargaan atas prestasi para ahli domestik perlu ditumbuhkan dalam masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat gandrung dan bangga membeli dan memakai produk impor yang branded. Kita harus membangun budaya membuat bukan sekedar budaya membeli," kata Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini. 

Di sisi lain, lanjut Mulyanto, pemerintah jangan meminta peneliti menjual dan memasarkan produk inovasi mereka sendiri. Beri kesempatan kalangan entrepreneur dan industri untuk memproduksi dan memasarkan produk inovasi yang sesuai dan dibutuhkan oleh konsumen.  

"Kasihan kalau peneliti juga harus memasarkan produk riset mereka," tukasnya.[Fhr]


Tinggalkan Komentar