telusur.co.id -Pelatih Persija Mauricio Souza pasang badan kepada salah satu pemain andalannya, Allano Lima yang disorot banyak pihak sulit mengendalikan emosinya di lapangan.
Hal itu tercermin ketika Persija menghadapi PSIM dimana Allano terlihat sering beradu argumen dengan pemain PSIM.
Menurut Souza, pendapat tersebut sama sekali salah dan bukan merupakan karakter sebenarnya seorang Allano.
"Tidak mudah memiliki stabilitas emosi jika sepanjang pertandingan Anda terus ditekan dan sering dijatuhkan. Tapi saya benar-benar tidak setuju jika dia disebut tidak punya kestabilan emosi," ungkap Souza pada jumpa pers usai laga melawan PSIm di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (28/11).
Pelatih berkebangsaan Brasil itu membenarkan kalau Allano selalu menjadi target untuk dijegal oleh lawan. Namun, ia tetap bisa fokus dalam permainan.
"Menurut saya, dia pemain yang sangat kompetitif. Dia terbiasa menang. Saat dia masuk ke lapangan, dia memberikan seluruh dirinya. Kami sudah bicara dengan dia soal ini, karena hari ini, sekali lagi, di awal pertandingan, dia benar-benar ditarget di lapangan. Tapi dia mampu menjaga level konsentrasi sepanjang laga," kata Souza.
Souza menceritakan bahwa dirinya sudah mengenal sosok Allano ketika baru menginjak usia 18 tahun. Ia sama sekali tidak setuju dengan cap pemain emosional kepada anak asuhnya tersebut.
"Saya sudah sangat lama mengenal Alano. Dia pemain saya saat berusia 18 tahun. Saya tidak melihat dia sebagai pemain yang tidak stabil secara emosional, justru sebaliknya. Dia pemain yang sangat berani," bela mantan pelatih Madura United tersebut.
Lanjut Souza, ia memuji Allano sebagai pemain yang luar biasa dan menjadi faktor penting di skuad Macan Kemayoran.
"Saya setuju, dia pemain yang luar biasa. Memang dia bikin frustasi, bikin saya kewalahan, tapi dia pemain yang luar biasa," pujinya.
Allano didatangkan Persija awal musim Super League 2025/2026 dari klub Serie B Brasil, Operario melalui skema transfer. Dalam sebelas laga yang telah dijalani, pemain kelahiran Rio de Janeiro ini telah mencetak lima gol dan tiga asis.
Namun, ia menjadi pemain dengan catatan disiplin buruk di Persija. Sejauh ini pemain berusia 30 tahun ini sudah menerima 4 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Allano sempat absen ketika Persija kontra Malut dan Persik Kediri di laga kandang.



