| Jakarta | Berjalannya roda Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian khusus di semua kalangan. Tak hanya pengamat, masyarakat Bawah pun tak luput mengeluh bahwa ekonomi Indonesia saat ini semakin susah.
Wakil Ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon menilai pemerintah kurang memperhatikan ekonomi rakyat bawah. Pasalnya dari hasil survei, sebagian besar Publik mengeluhkan atas harga-harga kebutuhan bahan pokok yang semakin hari meningkat.
“Saya membuat polling tiga tahun pemerintahan Jokowi di twitter, selama 6 jam, 66% menjawab hidup lebih susah di jaman Pak Jokowi,” ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jum’at (20/10).
Tak hanya itu menurut Fadli Zon, beberapa lembaga survei pun telah mengeluarkan rilis bahwa sebagian besar publik merasa tak puas dengan pemerintah.
“Saya juga lihat di beberapa polling di sosial media yang hasilnya memang mengatakan hidup lebih sulit,” ucapnya dengan gamblang.
Ia melihat Jokowi cenderung fokus pada pembangunan Infrastruktur. Padahal tak semua masyarakat bisa menikmati pembangunan. Terlebih pembangunan tersebut menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Artinya pembangunan ini tidak menyerap produksi semen lokal, lalu dari mana semen yang dipakai,” ucapnya.
Harusnya dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Jokowi mampu mengoptimalkan sektor ekonomi dengan menggunakan APBN. Hal itu untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.
“Pembangunan itu mengambil porsi yang besar dari APBN tetapi pembangunan itu tidak berdampak langsung pada masyarakat,” tuturnya.
Untuk itu ia meminta pemerintah segera melakukan langkah kongkrit agar perekomian dapat kembali pulih seperti harapan publik.
“Misalnya lapangan pekerjaan yang tidak terlalu bagus, pembangunan Industri misalkan besi, logam dan semen, tetapi Industri baja kita itu nilainya menurun, tentunya kita bertanya dari mana besi yang kita pakai,” tambahnya lagi.| red-06 |



