Antisipasi Banjir, Dandim Sidik Wiyono Tinjau Bendungan Gerak Barat - Telusur

Antisipasi Banjir, Dandim Sidik Wiyono Tinjau Bendungan Gerak Barat

Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono mengecek bendungan gerak barat yang berada di Desa Kendal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis, 09

telusur.co.id - Curah hujan tinggi di Jawa Timur, seakan membuat semua pihak untuk terus waspada, hingga mengantisipasi terjadinya suatu bencana yang terjadi.

Pengecekan berbagai insfrastruktur umum pun mulai dilakukan, salah satunya bendungan gerak barat yang berada di Desa Kendal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis, 09 Januari 2020. “Kondisinya masih normal dan berfungsi dengan baik,” kata Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono.

Mantan Danyonif Raider 500/Sikatan itu menambahkan jika saat ini, personel Kodim bersama instansi terkait di Lamongan sudah mulai mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi. “Semua pihak sudah mulai berkoordinasi,” bebernya.

Ia menuturkan jika saat ini, setiap Kecamatan yang berada di lamongan telah menyiapkan berbagai peralatan Search And Rescue (SAR), hingga posko penanggulangan bencana. “Itu untuk mengantisipasi jika terjadi bencana di Lamongan,” ungkapnya.

Di Mojokerto, Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Arm Ruly Chandrayadi mengungkapkan jika Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memiliki intetitas bencana yang cukup tinggi.

Sesuai data dari BNPB pada tahun 2013 lalu, Mojokerto memiliki indeks resiko bencana sebesar 164 atau masuk dalam kategori resiko tinggi.

“Secara geografis, geologis hidrologis dan demografis, Kabupaten Mojokerto termasuk dalam wilayah yang rawan dari berbagai ancaman bencana,” ujar Kolonel Ruly usai meninjau alat perlengkapan bencana di Lapangan Desa Pacing, Kecamatan Bangsal. Kamis, 09 Januari 2020 pagi.

Bahkan, dalam upaya mengantisipasi terjadinya suatu bencana, dirinya pun mengajak seluruh pihak untuk saling bersinergi dan berkoordinasi akan terjadinya suatu perubahan situasi dan kondisi di wilayah Korem. “Semuanya harus ikut andil, termasuk masyarakat,”
pungkasnya.

Beberapa solusi pun, mulai digagas oleh Danrem dalam rangka mendukung pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana. Selain organisasi dan koordinasi, perlindungan ekosistem pun sangat penting untuk dipahami oleh seluruh pihak. “Dengan kebersamaan, kerjasama dan komitmen yang kuat, upaya pembangunan pasti akan bisa terwujud,” bebernya. [ham]


Tinggalkan Komentar