telusur.co.id - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon menegaskan membatalkan seluruh kegiatan diplomasi internasional untuk menghindari dan mencegah penyebaran virus corona. Pembatalan kegiatan diplomasi dilakukan dari Maret hingga April 2020.
“Untuk menekan tingkat penyebaran COVID-19. BKSAP telah bertindak tegas dengan membatalkan seluruh kegiatan dan agenda diplomasi internasional yang ada pada medio Maret-April ini,” ungkap Fadli Zon, Senin.
Fadli juga merekomendasikan kepada seluruh anggota DPR untuk membatalkan agenda bilateral dan kunjungan individu sekaligus perjalanan non-dinas ke luar negeri dalam kapasitas pribadi masing-masing anggota hingga ada pemberitahuan atau asesmen lebih lanjut dari pihak terkait.
Tak itu saja, BKSAP juga mendorong komunitas parlemen global untuk mendukung penanganan wabah pandemik COVID-19 yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) dan negara masing-masing.
“Dukungan itu dapat dilakukan sejalan fungsi konstitusional masing-masing seperti dukungan percepatan legislasi yang terkait penanganan wabah hingga dukungan anggaran,” jelasnya.
Sebagai Ketua BKSAP, Fadli mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan WHO, mulai sejak penetapan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan mengkarakteristikan COVID-19 sebagai pandemik hingga advokasi WHO kepada negara-negara terdampak.
Surat dari WHO kepada Presiden Jokowi merupakan langkah advokasi badan dunia tersebut dan sinyal agar Indonesia lebih tegas dalam menangani wabah COVID-19 yang saat ini telah menelan korban jiwa hampir 6.000 orang dengan total kasus hampir 170.000 dan menjangkiti 150an negara.
“Itu sudah lebih dari separuh anggota PBB. Saya mendukung penetapan status bencana nasional yang dilakukan Indonesia dan imbauan kebijakan untuk bekerja atau belajar di rumah,” tuntas Fadli. [ham]



