Atet Yakin NU Kabupaten Bekasi Tambah Besar di Bawah Kepemimpinan Komaruddin - Telusur

Atet Yakin NU Kabupaten Bekasi Tambah Besar di Bawah Kepemimpinan Komaruddin

Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin alias Atet. (Ist).

telusur.co.id - Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin mengharapkan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Drs. H. Komarudin, MM lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, dia juga meminta NU bisa sinergi, seiring dan sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“Saya yakin, di tangan Pak Komarudin, Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi bisa besar. Namun, NU juga harus sinergi dan sejalan dengan kebijakan pemerintah,” kata Ahmad Tetuko Taqiyuddin kepada telusur.co.id di Cikarang, Jumat (4/12/20).

Keyakinan Atet, panggilan akrab Ahmad Tetuko Taqiyuddin, lantaran Komarudin merupakan aktivis yang besar di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dikatakan Atet, Komarudin memang terbiasa dengan birokrasi dalam dunia ikonnya, tinggal bagaimana caranya dia me-manage NU menjadi sebuah team work yang kuat.

“Kalau beliau selaku manajer dalam sebuah organisasi tidak me-manage, repot. Apalagi kalau misalnya keluar dari rule organisasi yang ada itu lebih repot. Tapi saya optimis beliau biasa me-manage NU dengan baik, apalagi beliau merupakan organisator yang kebetulan duduk di birokrasi,” ujarnya.

Diketahui, Komarudin adalah seorang ASN di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi. Pada konferensi cabang (Konfercab) Luar Biasa di MaxxBox Orange County, Cibatu, Cikarang Selatan, Sabtu (31/10/20) lalu, Komarudin memperoleh suara terbanyak.

Sehingga sesuai tata tertib sidang berdasarkan suara terbanyak ditetapkanlah Komarudin sebagai Ketua Tanfiziah terpilih PCNU Bekasi Masa Khidmat 2019 – 2024.

“Mudah-mudahan sinergitas antara NU dan pemerintah terbangun. Karena mereka tahu kebutuhan organisasi dan pemerintahan itu juga bisa seiring sejalan,” katanya.

Menurut Atet, kalau melihat porsi jabatan, Komarudin memang menjabat sebagai bawahan dan harus nurut perintah atasan.

“Saya kira wajar, karena itu merupakan tugas pokok. Tapi diluar ASN, dia adalah figur sentral buat NU Kabupaten Bekasi. Dan, saya yakin beliau bisa memposisikan diri ketika berkantor sebagai ASN, tapi ketika di luar kantor dia adalah milik warga nahdliyin,” ujarnya.

Menyinggung rekrutmen Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi, Atet mengingatkan hendaknya rekrutman pengurus dilakukan secara selektif dengan melibatkan banyak pihak.

Diantaranya, jajaran syuriah terpilih, serta masukan para badan otonom (banom) yang selama ini sudah berjalan, diluar dari pada susunan NU secara mandiri.

“Selain itu, masukan dari para tokoh PBNU yang ada di Kabupaten Bekasi, yang selama ini mensupport perjalanan PCNU Kabupaten Bekasi, wajib didengar,” pinta Atet.

Atet menegaskan, Nahdlatul Ulama terbiasa dengan jargon menghidupkan organisasi, bukan hidup dari organisasi. Makanya, seleksi kepengurusan dasarnya dari pendidikan kader, dan itu yang diutamakan dari situ.

“Jadi, pengurus NU itu bekerja untuk organisasi, bukan mau hidup dari organisasi,” tutupnya. [Fhr]


Tinggalkan Komentar