Bambang Saputra Minta Pernyataan Menag Tidak Dibesar-Besarkan - Telusur

Bambang Saputra Minta Pernyataan Menag Tidak Dibesar-Besarkan

Bambang Saputra

telusur.co.id - Cendekiawan Muda Bambang Saputra meminta pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi mengenai paham radikalisme yang diduga masuk masjid yang berpenampilan ‘Good Looking’ tidak dibesar-besarkan.

Menurut dia, kalau dilihat secara komprehensif paham radikalisme di Indonesia sejatinya bukan saja dialamatkan pada umat Islam, tapi lebih merambah pada bangsa Indonesia secara keseluruhan yang minim jiwa religiusitas, kebangsaan dan nasionalisme terhadap tanah airnya. 

"Jadi paham radikalisme itu bisa saja muncul dari semua agama yang ada di Indonesia, bahkan kelompok-kelompok yang tak beragama pun bisa tersulut paham radikal," ujar Cendekiawan Muda Bambang Saputra saat berbincang dengan media lewat media sosial, Senin (7/9/2020).

Berangkat dari sudut pandang itu, sambungnya, maka mencegah radikalisme merupakan kewajiban seluruh bangsa Indonesia. Bahkan merupakan tugas suci kebangsaan yang harus ditunaikan untuk menderadikalisasi dengan menumbuhkan kesadaraan religiusitas, kebangsaan dan cinta tanah air.

"Menyangkut masalah siapa agen radikalisme itu, tentu sangat terselubung. Jangankan seperti yang diungkapkan menteri agama baru-baru ini saat menghadiri acara internal ASN Menpan RB," jelasnya.

Bahwa jalan masuk paham radikal antara lain juga dari masuknya orang-orang yang berpaham radikal ke masjid, biasanya dimulai dari orang-orang yang good looking, berbahasa Arab baik dan pengetahuan agama cukup, yang kemudian setelah diterima di kepengurusan masjid, mulai menyebarkan ajaran-ajaran radikal. 

Dan ini perlu diwaspadai oleh ASN. Namun, menurut Bambang, bahkan lebih dari itu yakni paham radikalisme bisa masuk ke mana saja, ke semua lini yang dianggap empuk dan subur untuk dimasuki.

Lebih jauh Bambang menuturkan, sebagaimana setan pun bisa mengoda siapa saja, bukan saja orang-orang awam, namun kaum terpelajar, cendekiawan bahkan kyiai atau ulama. 

Demikian pula lah perumpaaan bahwa paham radikalisme bisa saja membadai seluruh elemen bangsa Indonesia. Dan inilah tugas kebangsaan sebagai bangsa Indonesia harus menjaga kesatuan, persatuan, kedamaian dan kerharnonisan seluruh umat manusia di bumi Indonesia ini.

Terkait pernyataan menag Fachrul Razi mengenai kewaspadaan terhadap radikalisme belum apa-apa. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan atau malah dianggap mendeskreditkan suatu kelompok atau agama tertentu.

"Sebab, itu bagian dari ijtihatnya atau upaya untuk menangkal tumbuh suburnya radikalisme di negara Indonesia yang sama-sama kita cintai ini," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar