Banjir Di Tebing Tinggi, Wali Kota Minta PUPR Turun Tangan - Telusur

Banjir Di Tebing Tinggi, Wali Kota Minta PUPR Turun Tangan

Wali Kota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan mengunjungi korban banjir

telusur.co.id - Wali Kota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan berharap Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberi perhatian yang serius terhadap penanganan Sungai Padang. 

Pasalnya, program penanganan Sungai Padang itu sudah diajukan hampir 10 tahun yang lalu, tapi dalam tahap wacana perencanaan saja dan belum ada implementasinya di lapangan. 

Akibatnya, Sungai Padang meluap dan membanjiri 5 kecamatan di Tebing Tinggi, bahkan, semakin meluas dan sudah membanjiri 14 kelurahan yang ada. 

Kalau tidak ada penanganan secara permanen maka diperlukan penanganan darurat. "Minimal melakukan normalisasi Sungai Padang dengan pengerukannya. Kemudian memperbaiki tanggul dan meninggikan tanggul-tanggul dan melanjutkan tanggul yang belum selesai dikerjakan," kata Wali kota. 

Selain itu, Umar juga ingin memperbaiki pintu-pintu klep yang ada yang masuk ke Sungai Padang tersebut agar sesuai standard dan bisa untuk tidak mengairi pemukiman masyarakat seperti saat sekarang ini. "Ini yang kami harapkan dan tentunya kalau ini rasanya mustahil tidak bisa dikerjakan oleh Kementerian PUPR," katanya.

Terkait hasil pertemuan terakhir Wali kota Tebing Tinggi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatra II (BWSS), Wali kota menjelaskan, pihak BWSS II mengatakan rencana normalisasi Sungai Padang baru masuk tahap studi, selanjutnya nanti masuk studi Bank Dunia NUSP untuk membuat kemungkinan perubahan dari pada normalisasi dengan membuat waduk di atas Sungai Padang agar ada tangkapan air. 

"Tetapi itukan prosesnya lama, sementara banjir sudah menjadi rutinitas, oleh karena itu sementara belum dikerjakan, tentunya pemeliharaan daripada Sungai Padang ini perlu dikerjakan, itu yang kita mintakan. Karena Sungai Padang merupakan sungai nasional dan tanggungjawab PUPR, apalagi ini menyangkut 3 kabupaten/kota yakni Simalungun, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi," tegas Wali kota. 

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Tebing Tinggi, Wahid Sitorus mengaku belum sempat mendata jumlah korban banjir karena saat ini masih fokus ditahap evakuasi. 

"Data terakhir kemarin sudah 3.538 rumah yang terdampak banjir. Dari kemarin kita sudah menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir berupa beras dan mie instan. Pagi ini kita memberikan makanan  berbentuk roti," katanya.

BNPB sudah mendirikan tenda-tenda dan posko kesehatan. Yang jelas karena debit air sangat ekstrim maka langkah pertama yang dilakukan melakukan evakuasi warga yang terjebak di dalam air. "Banyak warga yang terjebak dan kita sudah menurunkan perahu karet sebanyak 7 unit untuk evakuasi. Dan sementara ini Basarnas juga sedang menuju ke daerah-daerah yang memerlukan evakuasi," jelas Wahid. 

Sebagaimana diketahui hari ini banjir luapan Sungai Padang yang melanda 5 kecamatan di Tebingtinggi semakin meluas dan sudah membanjiri 14 kelurahan yang ada. Warga mulai mengungsi ke posko yang disediakan. [ham]


Tinggalkan Komentar