telusur.co.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan permasalahan sejumlah penyaluran bantuan sosial, yaitu terdapat sejumlah bank tidak mau menyalurkan bantuan sosial kepada sekitar 3 juta calon penerima karena nama yang dianggap aneh.
Hal itu disampaikan Mensos saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI membahas Kebijakan Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan, di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/21).
"Lebih 3 juta sekian, tidak menerima bantuan, karena bank tidak mau menyalurkan, setelah kita kencang bank tidak mau menyalurkan. Lah wong namanya itu memang IT pak, di data kependudukan itu namanya IT, namanya NA70," kata Risma.
Risma mengaku sempat bingung karena nama-nama tersebut memang tercatat di data kependudukan. Kendati, penyaluran bansos terkendala akibat nama-nama dianggap aneh oleh bank.
"Namanya NA70, enggak mau, NA70 namanya memang. Kemudian namanya IT, namanya THR, enggak mau mencairkan, Pak. Jadi bagaimana kita," ungkapnya.
Mensos juga menyebut, bank enggan menyalurkan bansos karena data menunjukkan penerima lahir di tahun 2043 atau 2066, serta alamat yang tidak lengkap. Untuk itu, dia menyatakan bantuan sosial nantinya akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia, tidak lagi melalui bank.
"Jadi ada yang lahir tahun 2043, bank enggak mau, ada yang lahir tahun 2060, ini kan bukan kesalahannya penerima kan pak," tandasnya. [Tp]



