Bansos 'Menir' Beras Tohaga di Kabupaten Bogor, Seperti Pandemi Baru - Telusur

Bansos 'Menir' Beras Tohaga di Kabupaten Bogor, Seperti Pandemi Baru

Ketua DPC Repdem Kabupaten Bogor, Dody Achdi Suhada

telusur.co.id - Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menuai polemik, karena beras dengan cap PD Tohaga yang dibagikan kepada masyarakat banyak menir (patah-patah dan remuk), bahkan berbau.

Forum Komunikasi Antar Relawan (Forkawan) dan DPC Repdem Kabupaten Bogor melakulan investigasi lanjutan atas laporan pengadaan 'Menir Beras Tohaga' serta kemungkinan adanya dugaan penyelewengan.

Ketua DPC Repdem Kabupaten Bogor, Dody Achdi Suhadi  mengaku sudah memperoleh informasi dan fakta lanjutan bahwa keberadaan 'Menir Beras Tohaga' tak layak konsumsi juga ditemukan di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong hingga Desa Sukamakmur, Kecamatan Cileungsi.

"Ini sudah benar-benar sangat keterlaluan. Cakupan sebaran `Beras Tohaga` dengan kualitas besaran butiran beras berstandar untuk `Pakan Anak Ayam` ditemukan lintas desa/kelurahan bahkan lintas kecamatan," ujar Dody, mengutip ungkap salah seorang relawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Antar Relawan (Forkawan).

Dikatakan Dody, informasi sementara terkait nilai anggaran yang digunakan untuk pengadaan ± 6.000 ton Beras Tohaga sebagai BansosKab adalah sekitar Rp63 Miliar dengan asumsi besaran harga Rp10.500 per kilogram.

"Oknum pejabat yang tega menyunat jatah Bansos bagi rakyat benar-benar tidak berperasaan. Mati hati dan perasaannya," sesal Dody.

Dody juga mendorong masalah ini segera ditindaklanjuti melalui jalur hukum. Pelakunya harus diadili karena diduga "bermain" di tengah kesulitan masyarakat yang tertimpa musiba pandemi Covid-19.

"Laporkan ke KPK. Di Bogor kasus-kasus korupsi semacam ini ibarat sudah menjadi Pandemi tersendiri," tegas Dody menyampailan laporan itu.

Sementara itu, komentar tegas dan lugas Yudhizar L.W selaku Ketua PAC PDIP Kecamatan Cibinong. Dirinya kesal lantaran kecamatan Cibinong turut dijadikan target penyebaran beras menir BansosKab tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa bantuan rutin beras bagi masyarakat Kabupaten Bogor melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Bogor, sangat tidak layak untuk di konsumsi.

Ada juga warga penerima bantuan beras yang tertera logo PD Tohaga, membawa beras tersebut ke rumah anggota DPRD Kabupaten Bogor sebagai bentuk protes.[Fhr]


Tinggalkan Komentar