telusur.co.id - Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sukses mengawali langkah mereka di Polytron Indonesia Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Tampil di hadapan publik sendiri, Raymond/Joaquin menyingkirkan wakil Jepang, Hiroki Nishi/Kakeru Kumagai, dalam dua gim langsung 21-9, 21-13, Rabu (3/6/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang balas dendam bagi Raymond/Joaquin. Pada pertemuan sebelumnya di Kaohsiung Masters 2025, pasangan Indonesia itu harus mengakui keunggulan Nishi/Kumagai melalui pertarungan tiga gim 12-21, 21-17, 20-22.
Raymond mengungkapkan bahwa hasil manis kali ini tidak lepas dari proses evaluasi yang mereka lakukan setelah kekalahan tersebut. Bersama tim pelatih, mereka mempelajari permainan lawan melalui rekaman video untuk mencari kelemahan sekaligus mempersiapkan strategi yang tepat.
“Kami menonton video permainan lawan, kami selalu belajar, lalu evaluasi apa saja yang kurang dan antisipasi apa yang perlu dilakukan di pertemuan selanjutnya,” ujar Raymond.
Sementara itu, Joaquin bersyukur dapat melalui pertandingan dengan penampilan terbaik dan tanpa mengalami cedera. Ia juga mengaku atmosfer Istora Senayan menjadi suntikan semangat tersendiri.
“Puji Tuhan kami bisa diberi kemenangan dan tidak ada cedera. Hari ini kami bermain lancar dan all out tanpa ada gangguan. Menurut saya ini pertandingan yang luar biasa. Penontonnya hampir penuh dan suaranya membuat saya semakin semangat,” kata Joaquin.
Menurut keduanya, faktor kesiapan menjadi pembeda dalam pertemuan kali ini. Meski demikian, Joaquin tetap memberikan pujian kepada pasangan Jepang yang dinilainya memiliki kualitas serangan yang berbahaya.
Di sektor ganda putra, Indonesia juga memastikan satu wakil lainnya lolos ke babak kedua melalui pasangan unggulan keenam, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang menang dramatis atas wakil Amerika Serikat, Presley Smith/Chen Zhi Yi, dengan skor 21-19, 13-21, 23-21.
Meski Indonesia memiliki dua wakil yang bertahan, Raymond/Joaquin memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Fokus utama mereka adalah terus menampilkan permainan terbaik demi mewujudkan target menjadi juara di kandang sendiri.
“Soal dua wakil di babak kedua, sebetulnya kami tidak terlalu memikirkan ini. Kami ingin fokus bagaimana bisa menampilkan yang terbaik di sini, kami juga mau juara di sini,” ungkap Joaquin.
Joaquin pun mengaku sangat antusias kembali merasakan atmosfer Istora yang terkenal bergemuruh. Namun, pengalaman di Indonesia Masters sebelumnya menjadi pelajaran berharga agar tidak terlalu terbawa emosi saat bertanding.
“Main di Istora memang salah satu yang sudah saya tunggu-tunggu. Tapi saya juga harus mengantisipasi karena di Indonesia Masters kemarin saya terlalu menggebu-gebu, dan itu malah menjadi bumerang bagi saya,” pungkasnya.
Berbekal pelajaran dari kekalahan dan dukungan luar biasa dari publik Istora, Raymond/Joaquin kini menjaga asa untuk melangkah lebih jauh dan mengukir prestasi terbaik di Indonesia Open 2026.



