telusur.co.id -Kompetisi sepak bola putri Indonesia tertinggi kembali bergulir usai hampir selama tujuh tahun vakum pada 2019 lalu. Indonesia Women’s League (IWL) 2026 atau Liga Putri Indonesia resmi diluncurkan dan dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026.
I.League selaku pihak operator kompetisi memastikan kick-off perdana Indonesia Women’s League 2026 direncanakan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Kompetisi musim ini akan diawali dengan enam klub yang berasal dari wilayah Jabodetabek. Keenam klub tersebut adalah Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC.
CEO Indonesia Women’s League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi tersebut sengaja dimulai dengan jumlah klub yang terbatas untuk memastikan keberlangsungan liga dan klub dalam jangka panjang. Laga pembuka akan mempertemukan Persita Tangerang dengan Persija Jakarta.
"Jadi rencana kick-off untuk Indonesia Women’s League akan dilakukan tanggal 17 Oktober. Itu rencana kita akan lakukan di Soemantri Brodjonegoro, Jakarta diawali dengan pertandingan antara Persita dengan Persija."
"Kita mulai dengan enam klub di area Jabodetabek. Karena kita ingin memastikan bahwa secara liga dan secara klubnya bisa sustainable untuk jangka panjang. Ada enam klub yang sudah berkomitmen untuk ikut, yaitu dari Bekasi FC, Persikad Depok, kemudian ada Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan satu lagi Garudayaksa FC," ujar Teddy pada konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menyambut terharu sekaligus antusias kembali bergulirnya kompetisi sepak bola putri secara konsisten.
Menurut Vivin, keberadaan liga menjadi sesuatu yang sangat dinantikan para pesepak bola putri di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap kompetisi tersebut dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Hari ini secara resmi Liga Putri Indonesia akan diselenggarakan lagi di tahun ini. Kick-off akan dimulai di bulan Oktober."
"Saya mewakili Departemen Sepak Bola Putri di PSSI, kami memang punya kerinduan yang sangat besar untuk bisa mendapatkan kesempatan menyelenggarakan Liga Putri secara konsisten dan sustainable," ungkap Vivin kepada awak media.
Vivin juga merasakan kebahagiaan dari seluruh pesepakbola putri di Tanah Air dengan kembali bergulirnya kompetisi tertinggi tersebut.
"Saya mewakili segenap pemain putri yang sangat merindukan kompetisi, sekarang mereka sedang sangat bersukacita dan berbahagia. Mereka semua excited," tuturnya.
"Saya sudah mendengar setiap pemain, baik yang di ujung Papua, yang di Sumatera Utara, yang di Jawa, yang di Lombok, di seluruh Nusantara, mereka sekarang sudah sangat excited," tambahnya.
Vivin berharap Liga Putri Indonesia 2026 dapat menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional, termasuk dalam menghasilkan pemain-pemain berkualitas untuk Timnas Putri Indonesia.
"Saya mohon doa dan restunya supaya liga ini berjalan dengan baik, makin hari makin maju, yang ujungnya hasil dari liga ini kita ambil sebagai pemain Timnas masa depan," ujar Vivin penuh harap.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi memiliki komitmen untuk terus mengembangkan sepak bola wanita Indonesia. Menurutnya, kompetisi putri tidak boleh hanya digelar untuk kepentingan pencitraan, tetapi harus memiliki keberlanjutan.
"Kita punya komitmen bahwa tidak pernah menomorduakan sepak bola wanita. Kita terus membangun Tim Nasional kita secara kontinu, kita membangun grassroot kita secara kontinu, yang akhirnya liga ini bisa mulai berjalan," tegas Erick.
"Kami di PSSI dengan pemikiran yang sangat dalam, jangan sampai liga ini juga hanya dilahirkan hanya untuk pencitraan yang akhirnya berhenti di kemudian hari. Tidak," lanjut Erick.
Dengan kembali bergulirnya Indonesia Women's League, ini menegaskan arah PSSI untuk menjadikan liga putri profesional sebagai bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola putri secara berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi domestik, hingga penyediaan pemain untuk Timnas Putri Indonesia.



