BPIP Harap Pasukan Paskibraka Jadi Generasi Unggul - Telusur

BPIP Harap Pasukan Paskibraka Jadi Generasi Unggul


telusur.co.id - Direktorat Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP, menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2022 untuk Provinsi NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan dan Bengkulu, yang berjumlah 5.138 orang. Acara digelar di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/4/23). 

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi meminta, Paskibraka harus bisa menjadi generasi unggul dengan menguasai banyak kemampuan dan bahasa. 

"Jadi, adik-adik sekalian juga harus melahap ragam ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, asah hard skills dan juga soft skills, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, kecerdasan sosial, serta kemampuan beradaptasi yang baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja," kata Yudian, secara daring.

"Kuasai juga bahasa-bahasa asing. Karena, dengan begitu adik-adik akan mampu bersaing tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga internasional," sambungnya.

Pembinaan ideologi Pancasila bagi Paskibraka, menurut Yudian, perlu dilakukan dengan bergotong royong secara nasional. Supaya pembangunan karakter bangsa dapat tercapai. 

"Karena kalian nantinya akan memegang tongkat estafet perjuangan bangsa di masa yang akan datang, sehingga sebagai calon pemimpin bangsa, Paskibraka harus memiliki karakter Pancasila, ideologi bangsa dan negara kita," imbuhnya. 

Dia pun menekankan bahwa persiapan generasi muda yaitu Paskibraka untuk menjadi generasi unggul dan tangguh, adalah sebuah proses yang melibatkan waktu dan banyak pihak. 

"Gotong royong, seperti sekarang dalam melakukan program Paskibraka, bekerjasama dengan pemerintah daerah, merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tentu saja kaderisasi ini merupakan proses panjang yang berkesinambungan, serta dibutuhkan integritas dan konsistensi gotong royong dari semua," katanya. 

Rima Agristina, sebagai koordinator program Paskibraka, menyatakan bahwa menjadi duta Pancasila merupakan suatu amanah yang sangat besar. 

"Pesan kami adalah, kalian calon-calon pemimpin Indonesia di masa depan. Kami berharap pada masa tersebut adik-adik menempati posisi kepemimpinan di Indonesia, dan dengan bekal pembinaan nilai Pancasila, adik-adik dapat menjadi generasi unggul, cerdas, dan berdasar pada nilai Pancasila," sebutnya. 

Nilai-nilai tersebut, antara lain adalah kedisplinan, kerja keras, belajar berkelanjutan yang senantiasa dilaksanakan dengan tetap memegang teguh integritas sebagai Paskibraka dan bangga sebagai bangsa Indonesia. 

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP,  Antonius Benny Susetyo, menyatakan bahwa Paskibraka memiliki tugas sebagai penyebar dan role model pelaku Pancasila di Indonesia. 

"Dengan era digital saat ini, tugas itu dapat diwujudkan dengan memakai media massa dan sosial media menyebarkan nilai-nilai Pancasila," kata Benny. 

Pakar komunikasi politik tersebut menjelaskan bahwa generasi muda (milenial dan Z) dicatat sebagai pengguna gadget dan media sosial terbesar, kira-kira sekitar 93% dari jumlah yang ada. 

"Dan ini berarti sosial media sangat mempengaruhi tingkah laku, pikir, dan perilaku dari generasi yang akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Kita bisa lihat sekarang, bagaimana orang mengejar like, subscribers, ataupun views. Dan kadang, malah tidak menghiraukan norma dan aturan hukum dan sosial di Indonesia," jelasnya. 

Benny menunjuk pada tren masyarakat yang menikmati tren yang sensasional dan seringkali tidak memiliki 'isi'. "Di TikTok, ada yang mandi dengan air kotor. Ada yang menubrukkan diri ke truk sampai meninggal. Ada yang melakukan tindakan prostitusi. Semua itu hanya agar populer, trendi, sensasional. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan, harga diri manusia, berkurang, sampai pada titik rendah. Seakan-akan manusia hanya berharga jumlah likes, subscribers, dan views," imbuhnya. 

"Demi konten, moralitas hilang. Konten kerap kali berbau isu SARA. Demi konten, persatuan dan kesatuan bangsa terancam." 

Dia menegaskan, panggilan Paskibraka adalah menjadi suar kebenaran. 

Karena itu, pasukan Paskibraka harus memberi kebenaran, mendidik masyarakat dengan nilai keutamaan Pancasila, dan memberikan hiburan lokal, serta menjadi inspirasi. "Gunakan media sosial sebagai sarana aplikasi nilai-nilai Pancasila, mulai dari sekarang," tutupnya.[Fhr]
 


Tinggalkan Komentar